Ahlusunnah vs Ahlubidd’ah (Wahabi Al yahudiah)

Bahaya wahabi alyahudiah yang mengaku salafy

Zionist Conspiracy = Anti christ (To destroy christian) and Wahhaby (To destroy Moslem)

Posted by admin on December 23, 2009

Zionist Conspiracy = Anti christ (To destroy christian) and Wahhaby (To destroy Moslem)

Zionist Conspiracy = Anti christ (To destroy christian) and Wahhaby (To destroy Moslem)

antichrist prince william

“Zionist yahudi ingin menguasai dunia penghalangnya adalah Islam dan Kristen”

bagai mana yahudi untuk mengalahkan islam dan kristen?

1. Yahudi mengadu islam  vs kristen dengan membuat aliran-aliran radikal (spt majelis  mujahidin indonesia (wahaby), noordin M top cs (wahaby), taliban (wahaby, taliban/alqaida adalah pendatang yang memecah balah umat islam di afgan dan yang merusak perjuangan suci rakyat afgan melawan penjajah, ia menegakan hukum wahaby bukan hukum islam), dsb.

2. Mengadu sesama umat islam (membuat aliran-aliran sesat seperti wahhaby, islam liberal dsb.)

3. Mengadau sesama kristen (seperti membuat aliran-aliran radikal  dalam kristen)

A. Wahhaby symbol (Saudi arabia kingdom or wahhaby kingdom  symbol)

from : http://www.alriyadh.gov.sa/election/en-sh.asp

An emblem was designed for the elections campaign. It evokes the national symbol of Saudi Arabia and highlights the electoral process as a continuous build up and preservation of the country’s achievements in the field of development.

The campaign also selected a quotation from the address of the Custodian of the Two Holy Mosques King Fahd bin Abdul Aziz (Chief of wahhaby) in which he called on the citizens to practice the election process as it is a participation in the decision making.


‘Sir’ Fahd – Dapat Penghargaan Inggeris dan BERKALUNG SALIB

Mungkin ramai yang tidak mengetahui yang Kerajaan Arab Saudi berhutang budi dan “body” serta nyawa dengan Empayar British. Ini adalah kerana “berkat” kerjasama dan bantuan Britishlah, maka tertubuhnya Kerajaan Arab Saudi mengikut sunnah Great Britain bersendikan ajaran Wahhabiyyah. Pemimpin-pemimpin Saudi merupakan “loyal servants” bagi Empayar British, dahulu dan sehingga kini, dan kini ditambah pula jadi khadam Amerika dan sekutunya, Bahkan Raja Abdul Aziz menerima gaji bulanan berjumlah 5,000 paun sterling daripada British mulai tahun 1917. Selain daripada itu, Kerajaan British telah menganugerahkan “knighthood” kepada Raja Abdul Aziz, bahkan Raja Fahd pun dapat anugerah tersebut.

Walau apa pun Raja Fahd dah pergi menemui Penciptanya, tetapi kebenaran harus dan perlu diketahui ramai. Hansome tak Fahd dengan berkalungkan pingat salibiyyah di lehernya ? Apa pulak fatwa ulama Wahhabi , kalau orang pakai azimat tentu mereka terus tuduh kafir dan syirik. Kalau pakai salib, nak kata apa ? Kalau tuan-tuan dan puan-puan nak tengok lagi gambar warna kesegakan Raja Fahd dengan pingat kebesarannya boleh carilah buku “Custodian of the Two Holy Mosques King Fahd bin Abdul Aziz”, Guernsey, Channel Islands, 2001, p. 214, karya Dr. Fouad al-Farsy.

Berikut petikan dari buku Dr. Hamid Algar “Wahhabism: A Critical Essay”, mukasurat 38 – 39:-
  • The first contact was made in 1865, and British subsidies started to flow into the coffers of the Saudi family, in ever growing quantity as World War One grew closer. The relationship fully matured during that war. In 1915, the British signed with the Saudi Ruler of the day, ‘Abd al-’Aziz b. Sa`ud (Ibn Sa`ud), one of those contracts with their underlings that were euphemistically known as “treaties of friendship and cooperation”. Money was, of course, the principal lubricant of friendship and cooperation, and by 1917 the Saudi ruler was receiving five thousand (5,000) pounds a month, not a bad sum for a junior hireling of the British Empire. However, the British also graciously saw fit to confer a knighthood on the champion of Wahhabism. (In later years these formalities continued to be observed; in 1935, ‘Abd al-’Aziz b. Sa`ud was made a Knight of the Order of the Bath. Likewise, when visiting Queen Elizabeth in 1986, King Fahd, “Custodian of the Two Holy Mosques,” was photographed with the cruciform insignia of a British knightly order hanging round his neck.)

Allahummashuril Islam wal Muslimin bijaahi Sayyidil Mursalin.

Khutbah Jumaat al-Sheikh Prof. Dr. Muhammad Saed Ramadhan al-Bouthi



* Al-Sheikh Prof. Dr. Muhammad Saed Ramadhan al-Bouthi adalah tokoh ulama’ yang tak perlu diperkenalkan lagi dalam dunia Islam hari ini. Kuliah masjidnya di Syria dan merata dunia sentiasa penuh dan melimpah. Beliau pernah datang ke Malaysia beberapa kali dalam beberapa seminar dan acara.

* Ayah beliau, al-Sheikh Mulla Ramadhan, seorang alim yang sangat terkenal di Syria pada zamannya. Anaknya Dr. Taufiq Ramadhan al-Bouthi juga sering ke seluruh dunia untu berdakwah termasuk Malaysia.

* Berkenaan dengan gerakan Wahhabi, beliau mendedahkan bahawa Wahhabi adalah satu gerakan yang dirancang (sebahagiannya) pengasasannya oleh kerajaan British yang pada satu ketika dulu menakluki negara-negara Islam. Lihatlah kandungan khutbahnya pada Hari Jumaat 5 Rejab 1423H bersamaan 5 Sept 2003.

Terjemahan (Bergaris Merah):

“Seluruh dunia mengetahui tentang peranan kerajaan Britain yang memainkan peranan utama dalam memecahbelahkan umat Islam…

Dan aku terpaksa membentangkan kedudukan ini kepada kamu dengan disertakan beberapa nama dan dokumen.

Barangsiapa yang pernah membaca buku “Tujuh Tunggak Pemerintahan” oleh Lawrence, dan membaca dokumen-dokumen yang lain, akan tahu dengan sejelas-jelasnya apa yang aku katakan bahawa Britain telah memainkan peranan utamanya dalam memecah belahkan umat Islam sebelum pihak-pihak yang lain dan mereka telah mewujudkan tiga pasak untuk itu.”

“Pasak pertama: Fahaman al-Qadiyaniyyah, ia adalah pasak yang diwujudkan oleh Britain di India dan kawasan-kawasan sekitarnya.

Pasak kedua: Fahaman al-Babiyyah dan/atau al-Baha’iyyah ia adalah pasak yang diwujudkan oleh Britain di Mesir dan di beberapa penjuru di Asia Tenggara.

Pasak ketiga: Fahaman al-Wahhabiyyah, ia adalah pasak yang diwujudkan oleh Britain di kepulauan Arab, rujuklah kepada sumber yang telah aku nyatakan tadi, untuk kamu mendapatkan pengakuan yang nyata dan berani mengenai perkara ini.”

Muhasabah Diri

Sesiapa yang mengenali Sheikh al-Bouti pasti tidak teragak-teragak dengan kebenaran kenyataan ini.

Adakah rancangan British untuk memecahbelahkan umat Islam dengan ketiga-tiga fahaman ini berjaya? Masing-masing boleh fikir dan jawab

Berdoalah agar kita tidak termasuk ke kancah tipu daya British. Amin.

http://al-ashairah.blogspot.com/2008_05_01_archive.html

Yang Saya Maksud Wahabi Aliran Keras
Tidak semua Wahabi, lho. Yang saya maksudkan adalah Wahabi aliran keras. Kelompok ini tidak mau berpartai, karena partai menurutnya kafir.Wahabi aliran keras. Itu yang dimaksudkan Hendropriyono ketika menyebut habitat Noordin M Top sehingga sulit untuk ditangkap. Kepada Sabili di Jogjakarta, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu menjelaskan siapa yang dimaksud dengan Wahabi di balik serangan bom di Indonesia .

Dalam sebuah wawancara di stasiun televisi swasta, Jenderal TNI (Purn) Dr. Ir. Drs. Abdullah Mahmud Hendropriyono SH, SE, MBA, MH menyebut Wahabi, terkait dengan rentetan pemboman yang terjadi di negeri ini. Ketika Sabili mengkonfirmasi wahabi yang dimaksud, Hendro menjelaskan panjang lebar.

“Ketika itu saya ditanya oleh Metro TV tentang teroris, kenapa masih terus terjadi? Saya bilang, selama lingkungan masih ada yang menerima Noordin M Top, maka terorisme akan terus berlangsung. Agama kita, memberi pengertian yang dalam, bahwa tujuan yang baik tidak harus menghalalkan segala cara. Yang rugi, jelas umat Islam dan negara kita sendiri. Karena itu, harus dihentikan. Tujuan baik kalau caranya salah tetap salah.”

Lantas siapa yang dimaksud dengan lingkungan atau habitat Noordin M Top? Dikatakan Hendro, doktrin klasik kita, cuma mengenal dua, yaitu: al mukminin dan al kafirin. Antara al mukminin dan al kafirin itu ada yang dipertajam, dan ada yang memperhalus. “Yang mengkafir-kafirkan sesama Muslim inilah yang saya maksud sebagai habitat. Abu Ghifari, mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI) adalah salah satu yang tidak setuju doktrin mengkafir-kafirkan, makanya dia keluar dari JI, tapi bukan berarti dia tidak Islam. Kalau anggota JI punya pendirian seperti dia, Indonesia pasti aman.”

Hendro memberi contoh, Yayasan Muaddib di Cilacap, justru menciptakan masyarakat sendiri. Inilah masyarakat yang menjadi habitat Noordin M Top. Sekarang polisi terus memburu ketua yayasan pesantren itu.


Nasir Abbas


Baca Buku Membongkar “Jamaah Islamiyah”

Menurut Hendro, Noordin M Top punya akses langsung ke Al Qaidah. Karenanya, dunia kecolongan. Usamah bin Ladin dan Aiman Az Zawahir, sudah masuk ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Begitu JI dikendalikan oleh Abu Rusydan dan Nasir Abbas, organisasi itu mulai moderat.

“Tidak semua Wahabi, lho. Yang saya maksudkan adalah Wahabi aliran keras. Kelompok ini tidak mau berpartai, karena partai menurutnya kafir. Kelompok keras ini beranggapan, dalam Islam tidak ada demokrasi. Menurut saya, setiap negara seyogianya punya filsafat dan ideologinya sendiri. Setelah itu, kita bisa hidup berdampingan secara damai. Tapi kalau mengusung ideologi internasionalisme, tidak bakal ketemu.”

Dikatakan Hendro, bahasa yang digunakan dalam terorisme ternyata terbelah atas dua tata permainan bahasa; mengancam dan berdoa. “Para pelaku terorisme juga mengalami kegagalan kategori, yaitu ketidakmampuan untuk membedakan pengetahuannya sehingga mengakibatkan subjek dan objek terorisme menjadi tak terbatas,” ungkap Hendro yang baru menyandang predikat doktor ilmu filsafat Universitas Gajah Mada (UGM) dan berhasil meraih cumlaude Sabtu lalu (25/7).

Subjek terorisme mempunyai kondisi kejiwaan yang memungkinkan berkembangnya fisik, emosi dan intelektual secara optimal, karena mereka adalah orang normal, buka orang gila. Semua tindak terorisme, termasuk di Indonesia saat ini, adalah implementasi cara berpikir para pelakunya. Terorisme sendiri terjadi akibat ideologi, bukan kepentingan. “Apa yang bisa menghentikan terorisme adalah dengan menghentikan cara berpikir seorang yang berkepribadian terbelah. Kalau itu berhenti, teroris berhenti.”

Terorisme, kata Hendro, terjadi akibat benturan dua filsafat universal dunia, yakni demokrasi yang tidak dilaksanakan secara etis dan fundamentalisme. Selama keduanya belum berubah ke arah yang lebih baik dan menyatu, terorisme akan terus ada.

Diakui Hendro, di antara ideologi itu, ada yang menginginkan liberalisme dan kapitalistik. Sedangkan Islam menginginkan kekhilafahan. Kalau kita ingin perdamaian dunia, maka harus merupakan sintesis dari dua tesis. Sekuler-liberal dengan Islam yang akomodatif-moderat. “Kalau tidak gitu, gak ketemu. Teror dibalas teror gak selesai. Dunia akan terus kecolongan, sebelum kita selesaikan.”

Jadi yang ngebom-ngebom itu Wahabi, begitu? “Wahabi aliran keras lah yang mengakomodir Noordin M Top masih tetap hidup. Apa susahnya mencari Noordin M Top, dia orang Malaysia, logatnya saja kentara bahwa dia bukan orang Indonesia . Makanya lingkungan atau habitatnya harus dibersihkan. Yaitu aliran keras Wahabi yang kawin dengan aliran keras Ikhwanul Muslimin.”

Bukankah Wahabi dengan Ikhwanul Muslimin berbeda? “Ya, akhirnya mengerucut di Al Qaidah. Jadi Usamah itu adalah gabungan salafi, wahabi, ikhwan,” terang Hendropriyono.

Seringkali Wahabi dijadikan stigma terhadap kelompok Islam tertentu. Yang ujung-ujungnya adalah Islamphobi. Menanggapi itu, Hendro mengatakan, “Itu orang nggak ngerti. Apa gunanya kita punya kementrian agama, harusnya diberi penjelasan, apa itu wahabi, salafi, Ikhwanul Muslimin dan Al Qaidah, biar jelas. Kalau yang menjelaskan intelijen, saya disalahin melulu. Capek saya,” ujar lelaki kelahiran Yogyakarta , 7 Mei 1945.

Yang jelas, tudingan Wahabi pernah dilekatkan pada PKS dan ormas Islam lainnya. Mereka tidak terima. “Memang, orang pasti akan bertanya, Wahabi yang mana? Salafi yang mana? Itu sama saja menyebut Jawa yang mana? Sekali lagi, yang saya maksudkan adalah Wahabi aliran keras yang tidak mau berpartai. Kalau ada yang mengikuti demokrasi, mereka akan mengkafirkan. Ini Wahabi yang saya maksud. Orang yang menyebut kafir karena menolak demokrasi, ini harus dibersihin. Terorisme akan hidup terus selama masih ada orang yang suka mengkafirkan!”

Apakah penyebutan Wahabi ini akan menjadi pukat harimau bagi gerakan Islam? Hendro yang mengaku dari kecil sekolah di Muhammadiyah pun juga Wahabi. Tapi, Hendro mengatakan, Muhammadiyah bukan Wahabi yang merusak. “Mereka takut. Kan saya tidak mau pukul rata, saya bukan orang tolol, ini Wahabi yang mana dulu. Yang maksudkan alah wahabi aliran keras. Memang yang lembut bisa menjadi keras. Itulah harus kita bersihin. Sebut saja Muhammadiyah, ada tarik menarik, untuk menjadi Wahabi, ada pula yang ingin menjadi Liberal. Posisi Muhammadiyah pun jadi rebutan ideologi.”

Perkembangan geopolitik global menjadi penyebab lahirnya terorisme global. Tapi tidak harus teror jawabannya, harusnya uswatun hasanah. Teror itu bukan perang. Hendro tidak setuju, dengan memunculkan Wahabi ini akan melemahkan spirit Islam sendiri. “Oh, nggak, bukan begitu. Kita tidak usah bergantung Wahabi. Kita berpedoman pada Al Qur’an dan Hadits. Kenapa kita harus ikut-ikutan yang bukan Nabi. Tujuan baik kalau jalannya salah, keliru.”

Persoalannya bukan hanya di dalam internal umat Islam sendiri, melainkan juga keterlibatan unsur asing. Hendro mengatakan, bukan tidak mungkin, ada keterlibatan CIA. Yang jelas, yang bisa menyelesaikan adalah kita sendiri, bukan orang lain. Sebab, jika dari luar, nambah gak karuan negeri ini.

Menurut Hendro, untuk menghancurkan suatu jaringan ada empat poin yang bisa dilakukan. Pertama, tangkap orang-orang kunci. Kedua, putuskan hubungan. Ketiga pangkas support logistic. Keempat bersihkan lingkungan. Kempat inilah yang akan menghancurkan organisasi. Ketika bom berulangkali terjadi, ada kemirisan yang muncul, umat Islam kembali menjadi kambing hitam. “Itulah yang membuat saya sedih. Makanya sebelum saya mati, mudah-mudahan saya masih bisa melihat Indonesia aman, dan menjadi ummatan wahidah, umat yang bersatu. Umat ini terbelah akibat Noordin M Top.” (sabili)

(Oleh Adhes Satria & Eman Mulyatman)

http://swaramuslim.net/more.php?id=6307_0_1_0_M

__________

B. Zionist Anti Christ symbol (Symbol of British King dom)

https://i0.wp.com/img217.imageshack.us/img217/4977/skullandbonessocietykn4.jpg

TRACKING DOWN AND NARROWING THE IDENTITY OF THE FUTURE ANTICHRIST
____________________________________________________________

antichrist prince william

The Ancient World Powers are discussed in Daniel’s Prophecies
Briefly the four beasts were: a Lion, a Bear, a Leopard with four wings, and a fourth Wild Beast (a Dragon) not corresponding to any actual animal, unusually strong, with large iron teeth, ten horns, and another Little Horn developing, with a Man’s eyes and “a mouth speaking great and boastful things against the Lord.” These four distinct creatures are represented in the following ancient and historical fulfillments of Daniel’s Prophecy. Babylon (the Lion) fell to the Medo-Persian kingdom (The Bear) which, in turn, was ended by the lightning conquest of the Grecian forces (the Leopard) led by Alexander the Great. In a few short years he built an Empire which embraced parts of the Mideast, Asia, Europe, and Britannia, in essence the very first European based Empire to hold such a global position [making Alexander the first European archetype for the future Antichrist]. After Alexander’s death, his generals (the four wings on the Leopard) struggled for control of the Grecian Empire, four of them eventually gaining rulership of different sections. At this time, Israel was fought over by the rival Seleucid and Ptolemaic kingdoms, and Greece eventually ruled over the Holy Land. The Grecian Empire was eventually taken over completely by the new and more powerful Roman Empire (the Wild Beast), as it quickly amassed global dominance being stronger than any before it. As a result and because the Israelites continued to rebel against God and doing his Will, Rome likewise gained full control over the nation of Israel.

In its time, the Roman Empire surpassed all the preceding empires not only in the extent of its domain (covering the entire Mediterranean area and reaching the British Isles) but also in the efficiency of its military machine and power of its application of Roman law to the provinces of its far reaching European empire. Its Pax Romana (Roman peace) was merely a foreshadowing of the yet to be revealed, New World Order of the Ages, that future United Europe whose kingdom is actually called in Scripture the last world empire, yet stronger than any other empire before it (meaning the future European Union will far exceed the power and might of present day America). Rome was also the world’s political instrument in power at the time of Christ’s first advent and so will be in power again, according to prophecy, just before His Return, making its very existence today yet another strong sign we are entering the timeframe when the rest of prophecy is to be fulfilled. There will be a Revival of the Roman/Euro Empire shortly before Christ’s Return at Armageddon. Interestingly, right after the Crucifixtion, it was the ancient Romans who created the necessary port city of Londinium (today’s London), a place where they could land their ships and storm onto the English shore in search of it’s last territorial land grab before Rome’s impending demise, it became the most important trading port from Rome to this new world, this ‘New Rome.’ When Rome did die and eventually broke up into the various European nations, Great Britain, over time, ultimately took the globally dominant position in the world, raising itself up to be the new “Anglo” Roman Empire, better known as the British Empire. This is interesting because Scripture tells us that the Antichrist Prince will be of the Roman Empire, whose power (as we now know) was then given over to London, a Roman city. In other words, what we are quite possibly reading in Daniel 9:26-27 is that the Antichrist is a Prince of London. Interesting also is that the rest of prophecy in Daniel and Revelation describes the Antichrist as a King.

The British Empire became far stronger than ancient Rome ever had, and she ruled the seas and many nations, just as Rome did. What’s really interesting is that the European Union itself, created in 1993, has been patterned exactly after the ancient Roman Empire, including many of the same countries that were under Roman occupation and rule at the time of Christ, just as prophecy stated it would. Furthermore, the specific prophecies in Revelation and Daniel make clear that this all powerful (and still future) United Nations of Europe will return to it’s former glorious power that was Rome. Obviously this must occur after America, the current Rome, is somehow left behind or diminished in power while the rest of the world advances headlong toward the Tribulation (which is the common belief among Chirstian prophecy scholars who agree that America will be destroyed before the coming of the Antichrist allowing the emergence of Europe to take center stage), again, a yet-to-be revealed future time and event to make this possible. As it is determined by the men who control the European Union, America removed as a leading world power will most assuredly prompt the need for another Atlantic nation to take the reigns of global dominance and more openly establish her own rule of law [and Western-Zionist idealogy] throughout the rest of the known world, further solidifying the goals of the Illuminati. One last point of interest here with Europe, the placement of those European nations which attacked Israel (or Jews) before since the time just before Christ, has been Greece (150 BC) then Rome (50 BC-70AD), and more recently, Germany (1939-45). Looking at Greece, Rome, and Germany on a map shows an interesting line of succession all moving increasingly northwest from Israel, each seemingly pointing to the next agressor country in a path leading directly to one nation remaining, Great Britain. Also interesting, if not strange, England appears to be the head (or face) of this European Beast while Italy is the jack boot (or cloven hoof) seemingly about to crush the tiny Semitic nation underfoot.

Antichrist is represented by a single Little Horn admidst older Kings and Kingdoms of history
After this I saw in the night visions, and behold a fourth Beast [Kingdom], dreadful and terrible…I considered the horns, and, behold, there came up among them a Little Horn, and in this Horn were eyes like the eyes of man, and a mouth speaking great things. I beheld till the Thrones were cast down, and the Ancient of Days did sit, His Throne as fire. I beheld then because of the voice of the great words which the Little Horn spake: I beheld even till the BEAST was slain, and his body destroyed, and given to the burning flame. I saw in the vision one like the Son of Man came with the clouds of Heaven, and came to the Ancient of days, and they brought Him near before Him. And there was given Him Dominion, and Glory, and a Kingdom, that all people, nations, and languages, should serve Him: His Dominion is an Everlasting Kingdom which shall never be destroyed. -Daniel Chapter 7

The Antichrist is represented by a Bear in Daniel yet also in the Book of Revelation
Staying with the book of Daniel, let us now compare the similarities between verse 7:5 with 7:24 the Beast…”A BEAR” who subdues three “ribs” or 3 Kingdoms. This suggests that the Antichrist first arrives in either warlike fashion or peacefully places three Kings or Kingdoms quickly under his subjection in a type of annexation. Some have said this to be Scotland, Ireland, and Wales unifying into one Celtic Anglo nation, others see it perfectly fulfilling the Nostradamus prophecy known as Century 8 Quatrain 77. Take careful notice that it is the Angel Gabriel making the interpretation of the vision, simply telling us that the “Little Horn” [Antichrist] in verse 20-21, is symbolized by “the Bear.” In other words, the Antichrist is “The Bear.” Remember, the ancient Celtic word for Bear is Arth-ur. The name Arthur literally means Bear.

REVELATION 13:2 The Beast was like unto a Leopard, and his feet as a BEAR, and the mouth of a Lion ~ The Lion represents the country that this King will come from. The Lion that is the Heraldic and national symbol of England. The Leopard represents his youth contrasted by his absolute global power [like Alexander the Great, who was himself represented by the youthful symbol of the Leopard; quick to conquer]. The name of Philip is taken from his grandfather Prince Philip who is actually from Greece and named after Alexander the Great who also had the middle name of Philip, which could be said that when William becomes King, he quickly becomes a world leader much like Alexander, quick to conquer (as a leopard). Alexander himself conquered much of Asia Minor and Europe before the age of 25 making youth also an attribute of the future Antichrist (the anti-type of ‘a Child shall lead them’). The future Beast will quickly become a voice of reason which the earth certainly is to consider at a time the world is weakened and needs it most (and yet his growing confidence in Kingship will be further emblazoned thru means of a yet unseen guidence upon the realization of an inescapable destiny revealed). The name William itself conjures up another King in England’s violent past of the same name, William the Conqueror. William’s second name Arthur, means Bear, the Once and Future King returned. The fourth ancient empire to rule and referred to as the “Wild Beast,” was Rome, the most fierce of every kingdom before it as it has dual appearances in history, and one of its incarnations has already passed while the future Roman Empire is yet to rise. Currently, the reformed European Commonwealth of Nations known now as the European Union is gaining global power, wealth, and military strength every day that passes. The Bible also depictes a Woman of great iniquity is to ride this Beast. The Scripture’s reference to the Beast of Revelation having the attributes of a Lion, Bear, and Leopard may also contain within it something more than just what is read on face value. I believe the symbology is a code for the Beast’s name…

antichrist prince william
PRINCE WILLIAM ARTHUR PHILIP LOUIS WINDSOR-WALES:

W

The Conqueror (The King of England) = LION / Mouth / Speaking / Charismatic Leader
Arthur – King Arthur Pendragon (Celtic, Rome) = BEAR / Feet / Strength / Summer Solstice
Philip – Alexander Philip the Great (Greece) = LEOPARD / Body / Conquering /Youth
Windsor-Wales – Aryan Keltoi (Cain) = RED DRAGON / Spirit / Anglo-Celtic Power

illiam –

antichrist prince william

THE BRITISH WINDSORS AND THE NATION OF WALES: SYMBOLOGY OF THE RED DRAGON AND THE DEVIL
____________________________________________________________

antichrist prince william

antichrist prince william

_____________________
antichrist prince william___________________
antichrist prince william_________

antichrist prince williamantichrist prince william_

ATANIC DRUIDS: FREEMASONS KNIGHTS TEMPLAR AND THE ILLUMINATI

antichrist prince william_

antichrist prince william______

antichrist prince william

_

Templart = Penyembah lembu samiri

templar logo


antichrist prince william

__

ANTICHRIST CREATES A GLOBAL PEACE POLICY AND IS ACCEPTED AS ISRAEL’S MESSIAH Andhttp://whosthebeast.com/PRINCE%20WILLIAM%20%20ANTICHRIST%20666%20%20King%20Arthur%20%20Knights%20Templar%20Conspiracy%20Grail%20Legend%20History%20Lost%20Tribes%20Israel%20Illuminati%20Masonic%20Bible%20Prophecy.htm

Why Does The Illuminati Eye Infest Christian Churches?

During a visit to a breathtaking, beautiful and ornate Christian cathedral in Lucerne, Switzerland last week, I was taken aback by the sight of something that seemed completely out of context and out of place – a baleful and evil-looking Illuminati eye staring out over a representation of the crucified Jesus. Why do similar depictions infest Christian churches the world over?

The Church of St. Leodegar, popularly called the Hofkirche, in the bustling town of Lucerne in northern Switzerland, was originally built in 735 and the present structure was erected in 1633 in the late Renaissance style. The cathedral’s distinctive twin needles were part of the original structure.

The church is opulently decorated with awe-inspiring golden statues and vibrant paintings depicting stories from the bible.

But when one reaches the front of the church and looks up at a statue of the crucified Jesus, looming over it in a window near the roof is a depiction of a single eye inside a pyramid with yellow and orange sun rays emanating from behind.

This occult symbol is completely not inkeeping with the rest of the style of the church and the cathedral’s literature makes no mention of why it was placed there or what its significance is supposed to be.

featured stories   Why Does The Illuminati Eye Infest Christian Churches?
CLICK IMAGE FOR ENLARGEMENT. The eye can be seen in the background above the Swiss flag.

featured stories   Why Does The Illuminati Eye Infest Christian Churches?
CLICK IMAGE FOR ENLARGEMENT. Close up of the eye.

Here’s another example of the depiction of the eye in the pyramid that Steve Watson photographed while visiting Piazza del Popolo in Rome this past June.

featured stories   Why Does The Illuminati Eye Infest Christian Churches?

The video below showcases the Illuminati eye as seen in dozens of churches and cathedrals around the world. The author attributes the eye to a representation of Dajjal or “The Impostor-Christ,” an evil figure in Islamic eschatology who will supposedly return as a false prophet before Judgment Day. According to one description, “It is said that he will have one eye damaged and the other will be working.”

http://www.infowars.com/why-does-the-illuminati-eye-infest-christian-churches/

Posted in Zionist Conspiracy = Anti christ (To destroy christian) and Wahhaby (To destroy Moslem) | Tagged: | Leave a Comment »

Islamic Hijri Calendar

Posted by admin on November 29, 2008

Take a look at this:
http://al-habib.tripod.com/islamic-clock/tahlil02.htm

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Posted by admin on July 22, 2008

Percaya nggak percaya katanya logo Trans TV mirip dengan logo freemason, yang merupakan sebuaah orgnisasi yahudi-kristen pada masa Perang salib. Hal ini dikemukakan penulis buku Jejak Freemason dan Zionis di Indonesia karangan Ust.Herry Nurdin.
Tapi menurut saya, hal ini hanyalah kebetulan sebab menurut pencipta logo ini, lambang Trans TV meniru bentuk berlian yang berkilau. Bahkan ada yang bilang logo ini berasal dari logo Acme Wiley,Inc (logo yang dirancang oleh James Leinhart Design, United States, 312.738.2200). Lihat disini.

untitled-1.jpg

gustus 28, 2007 pada 5:52 pm (Umum)

voc-freemason-2.jpg

Berdirinya VOC di Indonesia tidak lepas pengaruhnya dari Zionisme. Bangsa Yahudi Belanda sedikit-mulai sedikit mulai menanamkan pengaruh zionisme di Indonesia. Lihatlah lambang VOC yang amat mirip dengan lambang zionisme bintang daud yang juga terdapat pada bendera Israel


.

Lambang Indosat dan Lambang Yahudi

Kedok lain yang dipakai Yahudi di Indonesia adalah melalui jalur telekomunikasi. Ketika Indosat melakukan divestasi, 41,94% sahamnya dibeli oleh Singapore Technologies Telemedia (STT), anak perusahaan SingTel, yang para pengelolanya merupakan hasil didikan Israel. Kalau dilihat dengan teliti, logo Indosat sekarang merupakan metamorfosis dari Bintang David yang merupakan simbol bangsa Yahudi.

Namun dalam salah satu blog, ada terdapat gambar-gambar seperti ini.

Lambang PKS, Lambang Indosat dan Lambang Yahudi

Lambang PKS dan Lambang Yahudi

Perhatikan 3 gambar/simbol zionis yang lain, di bawah ini:

Air Mata Horus

Di atas adalah gambar lambang dari mata Horus. Perhatikan juga air mata Horus itu.

Horus

Gambar di atas merupakan gambar Horus, dewa berkepala burung. Perhatikan kepala burung tersebut.

Ular Symbolic

Gambar di atas merupakan ular symbolic Masonic. Di tengahnya terdapat segitiga seperti pyramid yang memuat lambang matahari yang merupakan lambang Horus si Dewa Matahari. Di bagian atas segitiga terdapat satu mata. Suatu lambang Iblis yang sudah sangat dikenal.

Sekarang perhatikan lambang di bawah:
Salafy

Gambar di atas merupakan lambang/logo salah satu penerbit buku-buku Salafy. Perhatikan logo yang mirip satu mata itu. Dan perhatikan lagi, bukankah itu juga mirip dengan kepala burung? Perhatikan pena yang menyerupai ular naga. Lihat tetesan air seperti air mata Horus.

Orang-orang salafy tentu faham apa itu tasyabbuh. Jika saya menggunakan lambang salib, swastika, atau bintang Daud sebagai lambang perusahaan saya, tentu mereka akan mengangap saya sebagai agen Kristen, Nazi, atau Zionis. Maka wajarlah jika saya mencurigai mereka sebagai agen freemasonry ketika mereka menjadikan simbol-simbol masonic sebagai logo penerbit mereka.

Mungkinkah Salafy merupakan bentukan Freemason? Jika benar, maka berhati-hatilah kalian para ’salafiyun’! Karena ajaran dan buku-buku kalian telah distempel dengan stempel Iblis.

Jika Freemasonry sudah terlarang di Indonesia, bukan berarti mereka tidak akan terus berusaha untuk tetap bercokol. Mereka tidak akan tinggal diam selama kaum muslim belum mengikuti agama mereka. Atau setidaknya mengikuti kehidupan sebagaimana mereka hidup. Allah sudah memperingatkan hal ini dalam surat Al-Baqarah ayat 120.

120. Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)”. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

Mengenai pengakuan agen mossad dapat dilihat di tentang agen2 mossad/yahudi yang berkedok islam dapat dilihat di :

http://salafytobat.wordpress.com       >>>>tag : Alfirqah -annajiyah.

MOHON SARAN/Comentnya

Posted in 7691053, Logo Freemason (indosat mirip PKS) | 4 Comments »

TUBBA’ AL AWWAL Beriman kepada nabi Muhammad seribu tahun sebelum munculnya

Posted by admin on June 10, 2008

TUBBA’ AL AWWAL
Beriman kepada nabi Muhammad seribu tahun sebelum munculny
a

TUBBA’ adalah sebutan bagi raja-raja Yaman pada masa dahulu kala. Mereka yang bergelar
Tubba’ ini banyak dan mereka adalah orang Arab. Nama Muhammad yang akan menjadi penutup para nabi dan rasul sudah sangat populer dikalangan para nabi terdahulu. Keberadaannya sebagai nabi penutup tercatat dalam kitab-kitab lama. Tubba’ (raja Yaman) yang pertama memiliki kisah menarik untuk kita simak dan kita jadikan pelajaran tentang perkenalannya dengan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam . Suatu ketika Tubba’ keluar dari negerinya dengan membawa ratusan ribu perajurit dan didampingi perdana menterinya menuju kota Makkah al Mukarramah, di samping ratusan ribu perajurit ia juga membawa seratus ribu orang alim dan bijak yang ia pilih dari beberapa negara bagian
yang berada di bawah kekuasaannya. Ketika Tubba’ dan pasukannya tiba di kota Makkah ia
bertanya tentang penduduk Makkah, lalu dikatakan kepadanya bahwa penduduk Makkah
menyembah berhala (Pagan) dan mereka memiliki ka’bah yang sangat mereka cintai.
Ketika mendengar itu, Tubba’ bertekad dalam hatinya untuk menghancurkan ka’bah dan membunuh penduduk Makkah yang tidak menyambut kedatangannya dan ia tidak
memberitahukan niat jahatnya ini kepada siapapun. Tiba-tiba ia merasakan pusing yang
sangat menyakitkan, dan dari kedua matanya, telinganya, hidungnya dan mulutnya tiba-tiba
keluar air yang berbau sangat busuk. Karena bau yang begitu busuk ini semua perajuritnya lari menjauhinya. Akhirnya sang perdana menteri mengumpulkan para dokter untuk mengobatinya namun tidak satu dokterpun yang sanggup mendekatinya apalagi mengobatinya. Pada suatu malam ada seorang ulama datang menghampiri
perdana menteri, ia mengaku mungkin bisa mengetahui sebab penyakit yang diderita sang raja dan ia tahu cara mengobatinya. Kemudian sang perdana menteri gembira dan langsung membawa orang alim tersebut menemui sang raja dan mengobatinya. Orang alim itu berkata kepada sang raja: Berkatalah jujur kepadaku! Apakah engkau punya niat jelek terhadap Ka’bah ini?, sang raja menjawab: “ya, saya punya niat merobohkan ka’bah ini dan membunuh penduduknya”. Orang alim itu berkata lagi: Sesungguhnya penyakit yang
menimpa kamu ini berasal dari niat jelek kamu terhadap ka’bah, ketahuilah bahwa ka’bah ini ada penguasanya, Ia maha kuat dan maha tahu atas segala sesuatu yang tersembunyi dan rahasia”. Kemudian orang alim –yang merupakan pengikut Nabi Ibrahim- itu mengajarinya agama Islam. Sang rajapun mengimaninya seketika itu dan seketika
itu juga ia sembuh dari penyakitnya dan ia-pun memuliakan penduduk Makkah.

Kemudian ia menuju Madinah –Yatsrib- dan sesampainya ia di kota tersebut empat ratus orang alim yang ikut dengannya berniat untuk tetap tinggal di kota Madinah. Sang raja bertanya kepada mereka: “Kenapa kalian ingin tinggal dikota ini?”, mereka  menjawab: “Kota inilah tempat hijrahnya Nabi akhir zaman yaitu Muhammad
shallallahu ‘alayhi wasallam” dan mereka menjelaskan kepada sang raja sosok Muhammad
yang akan menjadi nabi akhir zaman tersebut sebagaimana mereka dapatkan ciri-cirinya dalam kitab-kitab terdahulu. Setelah mendengar cerita tentang Muhammad sang rajapun berminat tinggal bersama mereka di Madinah selama satu tahun dengan harapan ia bisa berjumpa dengan Muhammad. Ia membangun empat ratus rumah yang diperuntukkan bagi masing-masing orang alim yang tinggal di sana bahkan sang raja mengawinkan mereka. Setelah satu tahun berlalu sang nabi yang ia tunggu-tunggu belum juga muncul, ia menulis sebuah kitab yang disebutkan di dalamnya bahwa ia beriman kepada sang nabi
sebelum melihatnya dan ia memeluk agama yang dibawa oleh sang nabi dan beriman kepada Allah yang tiada sekutu bagi-Nya, dan tiada sesuatu-pun
yang menyerupai-Nya. Lalu ia cap kitab itu dengan emas dan dititipkan kepada orang-orang
alim yang tinggal di kota itu untuk selamanya. Sang raja kemudian meninggalkan Madinah
menuju India dan meninggal di sana. Kitab yang ia tulis setelah penantiannya terhadap nabi yang mulia di kota Madinah tersebut tetap terpelihara meskipun berpindah-pindah tangan sampai kemudian muncul nabi Muhammad setelah seribu tahun dari ditulisnya kitab tersebut. Dikatakan bahwa kitab itu sampai ke tangan Nabi ketika
beliau menempati rumah Abu Ayyub al Anshari radhiyallahu ‘anhu saat permulaan hijrah beliau ke Madinah.
download bukunya :
http://darulfatwa.org.au/languages/Indonesian/Al-Islam_Deenul_Anbiya2.pdf
http://darulfatwa.org.au/content/category/4/14/153/

Posted in kisah tubba al awwal | Leave a Comment »

Kisah TUBBA’ AL AWWAL Beriman kepada nabi Muhammad seribu tahun sebelum munculnya

Posted by admin on June 10, 2008

TUBBA’ AL AWWAL
Beriman kepada nabi Muhammad seribu tahun sebelum munculnya

TUBBA’ adalah sebutan bagi raja-raja Yaman pada masa dahulu kala. Mereka yang bergelar
Tubba’ ini banyak dan mereka adalah orang Arab. Nama Muhammad yang akan menjadi penutup para nabi dan rasul sudah sangat populer dikalangan para nabi terdahulu. Keberadaannya sebagai nabi penutup tercatat dalam kitab-kitab lama. Tubba’ (raja Yaman) yang pertama memiliki kisah menarik untuk kita simak dan kita jadikan pelajaran tentang perkenalannya dengan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam . Suatu ketika Tubba’ keluar dari negerinya dengan membawa ratusan ribu perajurit dan didampingi perdana menterinya menuju kota Makkah al Mukarramah, di samping ratusan ribu perajurit ia juga membawa seratus ribu orang alim dan bijak yang ia pilih dari beberapa negara bagian
yang berada di bawah kekuasaannya. Ketika Tubba’ dan pasukannya tiba di kota Makkah ia
bertanya tentang penduduk Makkah, lalu dikatakan kepadanya bahwa penduduk Makkah
menyembah berhala (Pagan) dan mereka memiliki ka’bah yang sangat mereka cintai.
Ketika mendengar itu, Tubba’ bertekad dalam hatinya untuk menghancurkan ka’bah dan membunuh penduduk Makkah yang tidak menyambut kedatangannya dan ia tidak
memberitahukan niat jahatnya ini kepada siapapun. Tiba-tiba ia merasakan pusing yang
sangat menyakitkan, dan dari kedua matanya, telinganya, hidungnya dan mulutnya tiba-tiba
keluar air yang berbau sangat busuk. Karena bau yang begitu busuk ini semua perajuritnya lari menjauhinya. Akhirnya sang perdana menteri mengumpulkan para dokter untuk mengobatinya namun tidak satu dokterpun yang sanggup mendekatinya apalagi mengobatinya. Pada suatu malam ada seorang ulama datang menghampiri
perdana menteri, ia mengaku mungkin bisa mengetahui sebab penyakit yang diderita sang raja dan ia tahu cara mengobatinya. Kemudian sang perdana menteri gembira dan langsung membawa orang alim tersebut menemui sang raja dan mengobatinya. Orang alim itu berkata kepada sang raja: Berkatalah jujur kepadaku! Apakah engkau punya niat jelek terhadap Ka’bah ini?, sang raja menjawab: “ya, saya punya niat merobohkan ka’bah ini dan membunuh penduduknya”. Orang alim itu berkata lagi: Sesungguhnya penyakit yang
menimpa kamu ini berasal dari niat jelek kamu terhadap ka’bah, ketahuilah bahwa ka’bah ini ada penguasanya, Ia maha kuat dan maha tahu atas segala sesuatu yang tersembunyi dan rahasia”. Kemudian orang alim –yang merupakan pengikut Nabi Ibrahim- itu mengajarinya agama Islam. Sang rajapun mengimaninya seketika itu dan seketika
itu juga ia sembuh dari penyakitnya dan ia-pun memuliakan penduduk Makkah.

Kemudian ia menuju Madinah –Yatsrib- dan sesampainya ia di kota tersebut empat ratus orang alim yang ikut dengannya berniat untuk tetap tinggal di kota Madinah. Sang raja bertanya kepada mereka: “Kenapa kalian ingin tinggal dikota ini?”, mereka menjawab: “Kota inilah tempat hijrahnya Nabi akhir zaman yaitu Muhammad
shallallahu ‘alayhi wasallam” dan mereka menjelaskan kepada sang raja sosok Muhammad
yang akan menjadi nabi akhir zaman tersebut sebagaimana mereka dapatkan ciri-cirinya dalam kitab-kitab terdahulu. Setelah mendengar cerita tentang Muhammad sang rajapun berminat tinggal bersama mereka di Madinah selama satu tahun dengan harapan ia bisa berjumpa dengan Muhammad. Ia membangun empat ratus rumah yang diperuntukkan bagi masing-masing orang alim yang tinggal di sana bahkan sang raja mengawinkan mereka. Setelah satu tahun berlalu sang nabi yang ia tunggu-tunggu belum juga muncul, ia menulis sebuah kitab yang disebutkan di dalamnya bahwa ia beriman kepada sang nabi
sebelum melihatnya dan ia memeluk agama yang dibawa oleh sang nabi dan beriman kepada Allah yang tiada sekutu bagi-Nya, dan tiada sesuatu-pun
yang menyerupai-Nya. Lalu ia cap kitab itu dengan emas dan dititipkan kepada orang-orang
alim yang tinggal di kota itu untuk selamanya. Sang raja kemudian meninggalkan Madinah
menuju India dan meninggal di sana. Kitab yang ia tulis setelah penantiannya terhadap nabi yang mulia di kota Madinah tersebut tetap terpelihara meskipun berpindah-pindah tangan sampai kemudian muncul nabi Muhammad setelah seribu tahun dari ditulisnya kitab tersebut. Dikatakan bahwa kitab itu sampai ke tangan Nabi ketika
beliau menempati rumah Abu Ayyub al Anshari radhiyallahu ‘anhu saat permulaan hijrah beliau ke Madinah.
download bukunya :
http://darulfatwa.org.au/languages/Indonesian/Al-Islam_Deenul_Anbiya2.pdf
http://darulfatwa.org.au/content/category/4/14/153/

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Aqidah Ahlusunnah : Allah Ada Tanpa tempat Dan Arah (Allah Maujud Bilaa makan)

Posted by admin on June 10, 2008

Penjelasan Ringkas AQIDAH ASWAJA
(Ahlussunnah Wal Jama’ah)


Segala puji bagi Allah, semoga shalawat dan salam tetap terlimpah kepada Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam, Waba’du. Allah ta’ala berfirman:
( ” َليس كَمثْله شىءٌ ” (سورة الشورى: 11
Maknanya: “Dia (Allah) tidak menyerupai sesuatupun dari makhluk-Nya (baik dari satu segi
maupun semua segi, dan tidak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya)”. (Q.S. asy-Syura: 11)
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam
bersabda:
“كَانَ اللهُ وَلم يكُن شىءٌ غَيره” (رواه البخاري والبيهقي
وابن الجارود)

Maknanya: “Allah ada pada azal (keberadaan tanpa permulaan) dan belum ada sesuatu selain-
Nya” (H.R. al Bukhari, al Baihaqi dan Ibn alJarud)


Makna hadits ini bahwa Allah ada pada azal (keberadaan tanpa permulaan), tidak ada sesuatu (selain-Nya) bersama-Nya. Pada azal belum ada angin, cahaya, kegelapan, ‘arsy, manusia, jin, malaikat, waktu, tempat dan arah.
Maka berarti Allah ada sebelum terciptanya tempat dan arah, tanpa tempat dan arah. Dialah yang telah menciptakan tempat dan arah, maka Ia tidak membutuhkan kepada keduanya dan Ia tidak berubah dari semula, yakni tetap ada tanpa tempat dan arah, karena berubah adalah ciri sesuatu yang baru
(makhluk).


قَالَ سيدنا علي رضي اللهُ عنه: “كَانَ اللهُ ولاَ مكَانَ وهو
ْالآنَ علَى ما علَيه كَانَ” (رواه الإمام أبو منصور
البغدادي في الفرق بين الفرق)
Sayyidina ‘Ali –semoga Allah meridlainyaberkata :
: “Allah ada pada azal (keberadaan tanpa permulaan) dan belum ada tempat, dan Dia sekarang (setelah menciptakan tempat) seperti semula, ada tanpa tempat” (Dituturkan oleh alImam Abu Manshur al Baghdadi dalam kitabnya al Farq bayn al Firaq)
Al Imam Abu Ja’far ath-Thahawi –semoga Allah meridlainya- (227 – 321 H) berkata dalam menjelaskan aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah:
“تعالَى (يعِني الله) عنِ الْحدود والْغايات وْالأَركَان
وْالأَعضاءِ وْالأَدوات ، لاَ تحوِيه الْجِها  ت الست كَسائرِ
الْمبتدعات”.
“Maha suci Allah dari batas-batas (bentuk kecil maupun besar, jadi Allah tidak mempunyai ukuran
sama sekali) batas akhir, sisi-sisi, anggota badan yang besar (seperti wajah, tangan dan lainnya)
maupun anggota badan yang kecil (seperti mulut, lidah, anak lidah, hidung, telinga dan lainnya), Dia
tidak diliputi oleh satu maupun enam arah penjuru (atas, bawah, kanan, kiri, depan dan belakang) tidak
seperti makhluk-Nya yang diliputi enam arah penjuru tersebut”.
dan beliau juga berkata:
“ومن وصف اللهَ ِبمعنى من معانِي الْبشرِ فَقَد كَفَر”.
“Dan barang siapa mensifati Allah dengan salah satu sifat manusia maka ia telah kafir”.
Di antara sifat manusia adalah duduk, bertempat, bergerak, diam, berada pada satu arah atau tempat, berbicara dengan huruf, suara dan bahasa, maka barang siapa yang mengatakan bahwa bahasa arab atau bahasabahasa selain bahasa arab adalah bahasa Allah atau mengatakan bahwa kalam Allah yang azali
(tidak mempunyai permulaan) dengan huruf, suara atau semacamnya maka dia telah menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya. Begitu juga orang yang meyakini al Hulul dan Wahdatul Wujud telah menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya. Al Imam ar-Rifa’i –semoga Allah
meridlainya- (W. 578 H) berkata:
“صونوا عقَائدكُم من التمسك ِبظَاهرِ ما تشابه من
الْكتابِ والسنة فَإِنَّ ذلك من ُأصولِ الْكُفْرِ”.
“Peliharalah aqidah engkau dari berpegangan kepada zhahir ayat al-Qur’an dan hadits Nabi –
shallallahu ‘alayhi wasallam– yang mutasyabihat sebab hal itu merupakan salah satu pangkal
kekufuran”. Al Imam ar-Rifa’i berkata:
“غَايةُ الْمعرِفَة ِباللهِ ْالإِيقَا ُ ن ِبوجوده تعالَى ِبلاَ كَيف ولاَ
مكَان”.
Maknanya: “Batas akhir pengetahuan seorang hamba tentang Allah adalah meyakini bahwa Allah
ta’ala ada tanpa bagaimana (sifat-sifat makhluk) dan ada tanpa tempat”.

Faedah: Para Ulama’ dari kalangan empat madzhab membagi Kufur menjadi tiga macam:
1. Kufur I’tiqadi, seperti orang yang meyakini bahwa Allah bertempat di arah atas atau arah-arah lainnya, bersemayam atau duduk di atas ‘arsy, atau meyakini Allah seperti cahaya atau semacamnya. Di antara contoh kufur i’tiqadi juga adalah tidak meyakini bahwa perbuatan manusia yang ikhtiyari (yang disengaja) adalah terjadi atas qadha dan qadar (ketentuan) Allah seperti keyakinan Hizbut Tahrir.
2. Kufur Fi’li, seperti sujud kepada berhala, melempar Mushhaf atau lembaranlembaran yang bertuliskan ayat al Qur’an atau nama-nama yang diagungkan ke tempat sampah atau menginjaknya dengan sengaja dan lain-lain.
3. Kufur Qauli, seperti mencaci Allah, ataumencaci maki nabi, malaikat atau Islam, meremehkan janji dan ancaman Allah, atau menentang Allah, atau mengharamkan perkara yang jelas-jelas halal, atau menghalalkan perkara yang jelas-jelas haram, dan lain-lain. Seperti juga menyifati Allah dengan al ‘Aql al Mudabbir (akal yang mengatur) atau ar-Risyah al Mubdi’ah (bulu yang menciptakan) sebagaimana terdapat
dalam kitab Fi Zhilal al Qur’an karya Sayyid Quthb; pimpinan kelompok yang menghalalkan darah umat Islam yang menyebut diri mereka sebagai Jama’ah Islamiyyah.
KAEDAH: Setiap keyakinan, perbuatan atau perkataan yang mengandung pelecehan terhadap Allah, rasul-Nya, Malaikat-Nya, syiar agama-Nya, hukum-hukum-Nya, janjijanji dan ancaman-Nya adalah kekufuran maka hendaklah seseorang menjauhi semua ini dengan segala upaya serta dalam keadaan
apapun. Barang siapa yang jatuh pada salah satu macam kekufuran tersebut maka dia dihukumi kafir. Dan wajib baginya meninggalkan kekufuran tersebut dan segera masuk Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat. Jika ia membaca istighfar sebelum mengucapkan syahadat maka istighfar tersebut tidak bermanfaat baginya. Pembagian kekufuran tersebut di atas berdasarkan ayat-ayat Al Qur’an: surat al Hujurat (49):15, Fushshilat (41): 37, at-Taubah (9): 65-66, 74. Lebih lanjut baca kitab-kitab fiqh empat madzhab; Madzhab Syafi’i (kitab Raudlah ath-Thalibin, karya Imam an-Nawawi (W. 676 H), Kifayatul Akhyar, karya Syekh Taqiyyuddin alHushni (W. 829 H), Sullam at-Taufiq karya alHabib ‘Abdullah ibn Husein ibn Thahir (W.
1272 H, dan lainnya). Madzhab Maliki (Minahal Jalil Syarh Mukhtashar Khalil, karya Syekh Muhammad ‘Illaysy (W. 1299 H) dan lain-lain).Madzhab Hanafi (Hasyiyah Radd al Muhtar, karya Syekh Ibnu ‘Abidin (W. 1252 H) dan kitab-kitab lain). Madzhab Hanbali (Kasysyaf al Qina’ karya Syekh Manshur ibn Yunus ibn Idris al Buhuti, ulama abad 11 H dan lain-lain).
FAEDAH
قَالَ رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ علَيه وسلَّم: “َلتفْتحن
الْقسطَنطيِنيةُ فَلَِنعم ْالأَمير َأميرها وَلِنعم الْجيش ذَلك
الْجيش” (رواه الإمام أحمد في مسنده)
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda: “Konstantinopel (Istanbul sekarang)
pasti akan dikuasai, maka sebaik-baik pemimpin adalah pemimpin yang berhasil manguasainya dan sebaik-baik tentara adalah tentara tersebut”.
(Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya)
Dalam hadits ini Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam memuji sultan Muhammad al Fatih karena beliau adalah seorang sultan yang saleh, aqidahnya sesuai dengan aqidah Rasulullah. Seandainya aqidahnya menyalahi aqidah Rasulullah, Rasulullah tidak akan memujinya. Seperti maklum diketahui dan dicatat oleh sejarah bahwa sultan Muhammad al Fatih adalah Asy’ari Maturidi, meyakini bahwa Allah ada tanpa tempat. Dengan demikian hadits ini adalah busyra; berita gembira bagi seluruh Ahlussunnah, al Asy’ariyyah dan al Maturidiyyah bahwa aqidah mereka sesuai dengan aqidah Rasulullah, maka berbahagialah orang yang
senantiasa mengikuti jalan mereka. Aqidah al Asy’ariyyah dan al Maturidiyyah adalah aqidah kaum muslimin dari kalangan salaf dan khalaf, aqidah para khalifah dan sultan, seperti Sultan Shalahuddin al Ayyubi –semoga Allah meridlainya-. Sultan Shalahuddin al Ayyubi adalah seorang ‘alim, penganut aqidah Asy’ariyyah dan mazhab Syafi’i, hafal al Qur’an dan kitab at-Tanbih dalam fiqh Syafi’i serta sering menghadiri majlis-majlis ulama hadits. Beliau memerintahkan agar aqidah sunni
Asy’ariyyah dikumandangkan dari atas menara masjid sebelum shalat subuh di Mesir, Hijaz (Makkah dan Madinah), Tha-if dan sekitarnya serta di seluruh Negara Syam (Syiria, Yordania, Palestina dan Lebanon). Al
Imam Muhammad ibn Hibatillah al Barmaki menyusun untuk Sultan Shalahuddin al Ayyubi sebuah risalah dalam bentuk nazham berisi aqidah Ahlussunnah dan ternyata sultan sangat tertarik dan akhirnya memerintahkan agar aqidah ini diajarkan kepada umat Islam, kecil dan besar, tua dan muda, sehingga
akhirnya risalah tersebut dikenal dengan nama al Aqidah ash-Shalahiyyah. Risalah ini diantaranya memuat penegasan bahwa Allah maha suci dari benda (jism), sifat-sifat benda dan maha suci dari arah dan tempat.
Al Hafizh Muhammad Murtadla az-Zabidi (W. 1205 H) dalam Syarh Ihya Ulum ad-Din Juz II, h. 6, mengatakan: “Jika dikatakan Ahlussunnah Wal Jama’ah maka yang dimaksud adalah al Asy’ariyyah dan al Maturidiyyah”. Kemudian beliau mengatakan: “Al Imam al’Izz ibn Abd as-Salam mengemukakan bahwa
aqidah Asy’ariyyah disepakati oleh kalangan pengikut madzhab Syafi’i, madzhab Maliki, madzhab Hanafi dan orang-orang utama dari madzhab Hanbali (Fudlala al Hanabilah). Apa yang dikemukakan oleh al ‘Izz ibn Abd as-Salam ini disetujui oleh para ulama dimasanya, seperti Abu ‘Amr Ibn al Hajib (pimpinan ulama madzhab Maliki di masanya), Jamaluddin al Hushari pimpinan ulama madzhab Hanafi di masanya, juga disetujui oleh al Imam at-Taqiyy as-Subki sebagaimana dinukil oleh putranya Tajuddin as-Subki”. Al Hakim meriwayatkan dalam al Mustadrak dan al Hafizh Ibn ‘Asakir dalam Tabyin Kadzib al Muftari bahwasanya ketika turun ayat:
( [..فَسوف يأْتي اللهُ ِبقَومٍ يحبهم ويحبونه ](المائدة: 54
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam menunjuk kepada sahabat Abu Musa al Asy’ari dan bersabda: “Mereka adalah kaum orang ini”. AlQurthubi mengatakan dalam tafsirnya, Juz VI,h. 220: “Al Qusyairi berkata: pengikut Abu alHasan al Asy’ari adalah termasuk kaumnya”.(Telah maklum bahwa al Imam Abu al Hasan
al Asy’ari, imam Ahlussunnah Wal Jama’ah adalah keturunan sahabat Abu Musa alAsy’ari).[]

Posted in Allah Ada Tanpa Tempat Dan arah | Leave a Comment »

Aqidah Muslim Ahlusunnah (4 madzab salaaf) 50 jawaban

Posted by admin on June 10, 2008

http://www.darulfatwa.org.au
عقیدة المسلمین

1. Apakah yang dimaksud dengan ilmu agama yang (hukum mempelajarinya)
fardlu ‘ain ?
Jawab: Diwajibkan atas setiap mukallaf (baligh dan berakal) untuk mempelajari
kadar ilmu agama yang ia butuhkan seperti masalah aqidah (keyakinan), bersuci,
shalat, puasa, zakat bagi yang wajib mengeluarkannya, haji bagi yang mampu,
maksiat-maksiat hati, tangan, mata dan lain-lain. Allah ta’ala berfirman:
( [ قل هل يستوي الذين يعلمون والذين لا يعلمون ] (سورة الزمر : 9
Maknanya: “Katakanlah (wahai Muhammad) tidaklah sama orang yang mengetahui
dan orang yang tidak mengetahui” (Q.S. az-Zumar: 9)
Dalam hadits disebutkan:
“طلب العلم فريضة على كل مسلم” (رواه البيهقي)
Maknanya: “Menuntut ilmu agama (yang dlaruri / pokok) adalah wajib atas setiap
muslim (laki-laki dan perempuan)” (H.R. al Bayhaqi)
2. Apakah hikmah dari penciptaan jin dan manusia ?
Jawab: Untuk diperintahkan Allah agar beribadah kepada-Nya. Allah ta’ala
berfirman:
( [ وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون ] (سورة الذاريات : 56
Maknanya: “Dan tiadalah aku ciptakan jin dan manusia kecuali (Aku perintahkan
mereka) untuk beribadah kepada-Ku” (Q.S. adz-Dzariyat: 56)
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:
“حق الله على العباد أن يعبدوه ولا يشركوا به شيئا” (رواه الشيخان)
Maknanya: “Hak Allah atas para hamba adalah mereka beribadah kepada-Nya dan tidak
menyekutukan-Nya dengan sesuatupun” (H.R. al Bukhari dan Muslim)
3. Bagaimanakah sahnya ibadah ?
Jawab: Beribadah kepada Allah (hanya) sah dilakukan oleh orang yang
meyakini adanya Allah dan tidak menyerupakan-Nya dengan sesuatu apapun
dari makhluk-Nya. Allah ta’ala berfirman:
http://www.darulfatwa.org.au
( [ ليس كمثله شىء ] (سورة الشورى: 11
Maknanya: “Dia (Allah) tidak menyerupai sesuatupun dari makhluk-Nya dan tidak ada
sesuatupun yang menyerupai-Nya” (Q.S. asy-Syura: 11)
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:
“لا فكرة في الرب” (رواه أبو القاسم الأنصاري)
Maknanya: “Tuhan tidak bisa dipikirkan (dibayangkan)” (H.R. Abu al Qasim al
Anshari)
Al Ghazali berkata:
“لا تصح العبادة إلا بعد معرفة المعبود”.
Maknanya: “Tidak sah ibadah (seorang hamba) kecuali setelah mengetahui (Allah) yang
wajib disembah”.
4. Kenapa Allah mengutus para rasul ?
Jawab: Allah mengutus para rasul untuk mengajarkan kepada umat manusia
hal-hal yang membawa kemaslahatan (kebaikan) dalam agama dan dunia
mereka. Dan untuk mengajak mereka menyembah Allah dan tidak
menyekutukan-Nya dengan sesuatupun. Allah ta’ala berfirman:
( [ فبعث الله النبيين مبشرين ومنذرين ] (سورة البقرة : 213
Maknanya: “…Maka Allah mengutus para nabi untuk memberikan kabar gembira dan
memberi peringatan” (Q.S. al Baqarah: 213)
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:
“أفضل ما قلت أنا والنبيون من قبلي لا إله إلا الله” (رواه البخاري)
Maknanya: “Perkataan paling utama yang aku dan para nabi sebelumku adalah
ucapkan لا إله إلا الله (tiada yang disembah dengan benar kecuali Allah)” (H.R. al
Bukhari)
5. Apakah arti Tauhid ?
Jawab: Tauhid adalah:
“التوحيد إفراد القديم من المحدث”.
“Tauhid adalah mensucikan (Allah) yang tidak mempunyai permulaan dari menyerupai
makhluk-Nya”.
Sebagaimana dijelaskan oleh al Imam al Junayd. Maksud beliau dengan al Qadim
adalah Allah yang tidak mempunyai permulaan, sedangkan al Muhdats adalah
makhluk.
http://www.darulfatwa.org.au
Allah ta’ala berfirman:
( [ ليس كمثله شىء ] (سورة الشورى: 11
Maknanya: “Dia (Allah) tidak menyerupai sesuatupun dari makhluk-Nya dan tidak ada
sesuatupun yang menyerupai-Nya” (Q.S. asy-Syura: 11)
Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam ditanya: Perbuatan apa yang
paling utama? Rasulullah menjawab:
“إيمان بالله ورسوله” (رواه البخاري)
Maknanya: “Iman kepada Allah dan Rasul-Nya” (H.R. al Bukhari)
6. Jelaskan mengenai keberadaan Allah !
Jawab: Allah ada, tidak ada keraguan akan ada-Nya. Ada tanpa disifati dengan
sifat-sifat makhluk dan ada tanpa tempat dan arah. Dia tidak menyerupai
sesuatupun dari makhluk-Nya dan tidak ada sesuatupun dari makhluk-Nya
yang menyerupai-Nya.
Allah ta’ala berfirman:
( [ أفي الله شك ] (سورة إبراهيم : 10
Maknanya: “Tidak ada keraguan akan adanya Allah” (Q.S. Ibrahim: 10)
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:
“كان الله ولم يكن شىء غيره” (رواه البخاري وغيره)
Maknanya: “Allah ada pada azal (keberadaan tanpa permulaan) dan tidak ada
sesuatupun selain-Nya” (H.R. al Bukhari dan lainnya)
7. Apakah makna firman Allah:
[ وهو معكم أينما كنتم ] ؟
Jawab: Maknanya bahwa Allah mengetahui kalian di manapun kalian berada,
sebagaimana dikatakan oleh Imam Sufyan ats-Tsauri, asy-Syafi’i, Ahmad, Malik
dan lain-lain.
Allah ta’ala berfirman:
( [ وأن الله قد أحاط بكل شىء علما ] (سورة الطلاق : 12
Maknanya: “Dan sesungguhnya Allah maha mengetahui segala sesuatu” (Q.S. ath-
Thalaq: 12)
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:
“اربعوا على أنفسكم فإنكم لا تدعون أصم ولا غائبا وإنما تدعون سميعا قريبا” (رواه البخاري)
Maknanya: “Janganlah kalian memaksakan diri untuk mengeraskan suara (secara
berlebihan), karena kalian tidak berdoa kepada Dzat yang tuli dan ghaib, sesungguhnya
http://www.darulfatwa.org.au
kalian berdoa kepada Dzat yang maha mendengar lagi maha dekat (secara maknawi,
bukan secara fisik)” (H.R. al Bukhari)
Maknanya bahwa tidak ada sesuatu yang tersembunyi bagi Allah.
8. Apakah dosa yang paling besar ?
Jawab: Dosa paling besar adalah kufur. Dan termasuk kufur adalah syirik. Syirik
adalah menyembah selain Allah. Allah ta’ala berfirman tentang Luqman, bahwa
Luqman berkata:
( [ يا بني لا تشرك بالله إن الشرك لظلم عظيم ] (سورة لقمان : 13
Maknanya: “Wahai anakku, jangan menyekutukan Allah (syirik) karena menyekutukan
Allah (syirik) adalah kezhaliman yang besar” (Q.S. Luqman: 13)
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam pernah ditanya: apakah dosa yang paling
besar ? beliau menjawab: “Engkau menyekutukan Allah padahal Ia telah
menciptakanmu” (H.R. al Bukhari dan lainnya)
9. Apakah arti ibadah ?
Jawab: Ibadah adalah puncak ketundukan dan ketaatan sebagaimana yang
dikatakan oleh al Hafizh as-Subki. Allah ta’ala berfirman:
( [ لا إله إلا أنا فاعبدون ] (سورة الأنبياء : 25
Maknanya: “Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Aku (Allah), maka
beribadahlah kepada-Ku” (Q.S. al Anbiya’ : 25)
10. Apakah الدعاء (kadang) bermakna ibadah ?
Jawab: Ya, Allah ta’ala berfirman:
( [ قل إنما أدعو ربي ولا أشرك به أحدا ] (سورة الجن : 20
Maknanya: “Katakanlah (wahai Muhammad) sesungguhnya aku hanyalah beribadah
kepada Tuhanku dan tidak menyekutukan-Nya dengan seorangpun” (Q.S. al Jinn: 20)
Maknanya bahwa aku menyembah atau beribadah kepada Allah.
Allah juga berfirman:
( [ فلا تدعوا مع الله أحدا ] (سورة الجن : 18
Maknanya: “Maka janganlah kamu menyembah (beribadah) seorangpun di samping
(menyembah) Allah” (Q.S. al Jinn: 18)
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda yang maknanya adalah: “Doa
adalah ibadah” (H.R. al Bukhari)
Makna ibadah dalam hadits ini adalah kebaikan.
http://www.darulfatwa.org.au
11. Apakah الدعاء (kadang) mempunyai arti selain ibadah ?
Jawab: Ya, Allah ta’ala berfirman:
( [ ولا تجعلوا دعاء الرسول بينكم كدعاء بعضكم بعضا ] (سورة النور : 63
Maknanya: “Janganlah kamu jadikan doa (panggilan) Rasulullah di antara kamu seperti
panggilan sebagian kamu kepada sebagian yang lain” (Q.S. an-Nur: 63)
12. Apakah hukum memanggil (Nida’) seorang nabi atau seorang wali, meski
tidak di hadapan keduanya, dan apa hukum meminta kepada nabi atau wali
sesuatu yang biasanya tidak pernah diminta oleh umat manusia ?
Jawab: Itu semua boleh dilakukan, karena perbuatan seperti itu tidaklah
dianggap beribadah kepada selain Allah. Ucapan “Wahai Rasulullah” semata
bukanlah syirik. Dalam sebuah hadits yang tsabit disebutkan bahwa Bilal ibn al
Harits al Muzani (salah seorang sahabat Nabi) mendatangi makam Rasulullah
shallallahu ‘alayhi wasallam saat musim paceklik di masa pemerintahan Umar ibn
al Khaththab –semoga Allah meridlainya- lalu Bilal berkata (di depan makam
Nabi): “Wahai Rasulullah ! mohonlah (kepada Allah) agar diturunkan air hujan
untuk umatmu, karena sungguh mereka telah binasa” (H.R. al Bayhaqi dan
lainnya). Apa yang dilakukan sahabat Bilal ini sama sekali tidak diingkari oleh
sahabat Umar dan para sahabat lainnya, bahkan mereka menilai perbuatan
tersebut bagus. Allah ta’ala berfirman:
[ ولو أم إذ ظلموا أنفسهم جاءوك فاستغفروا الله واستغفر لهم الرسول لوجدوا الله توابا رحيما ]
( (سورة النساء : 64
Maknanya: “Sesungguhnya jikalau mereka ketika menzhalimi diri mereka (berbuat
maksiat kepada Allah) kemudian datang kepadamu lalu memohon ampun kepada Allah,
dan Rasulullah-pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati
Allah maha menerima taubat lagi maha penyayang” (Q.S. an-Nisa: 64)
Juga dalam hadits yang tsabit telah disebutkan: Bahwa Ibnu Umar mengatakan:
يا محمد (wahai Muhammad) ketika merasakan semacam kelumpuhan pada kakinya (H.R.
al Bukhari dalam kitabnya al Adab al Mufrad)
13. Jelaskan mengenai arti “Istighatsah” dan “Isti’anah” disertai dengan dalil ?
Jawab: Istighatsah adalah meminta pertolongan ketika dalam keadaan sukar dan
sulit. Sedangkan Isti’anah maknanya lebih luas dan umum. Allah ta’ala
berfirman:
http://www.darulfatwa.org.au
( [ واستعينوا بالصبر والصلاة ] ( سورة البقرة : 45
Maknanya: “Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat” (Q.S. al Baqarah: 45)
Dalam hadits disebutkan: “Matahari akan mendekat ke kepala manusia di hari kiamat,
ketika mereka berada pada kondisi seperti itu mereka beristighatsah (meminta
pertolongan) kepada Nabi Adam” (H.R. al Bukhari). Hadits ini merupakan dalil
dibolehkannya isti’anah (meminta pertolongan) secara umum kepada selain
Allah. Namun hal itu harus disertai dengan keyakinan bahwa tidak ada yang
bisa mendatangkan bahaya dan memberikan manfa’at secara hakiki kecuali
Allah.
14. Terangkan tentang tawassul dengan para nabi?
Jawab: Para ulama sepakat bahwa tawassul dengan para nabi itu boleh. Tawassul
adalah memohon datangnya manfa’at (kebaikan) atau dihindarkan dari mara
bahaya (keburukan) dari Allah dengan menyebut nama seorang nabi atau wali
untuk memuliakan (ikram) keduanya, dengan disertai keyakinan bahwa yang
mendatangkan bahaya dan manfa’at secara hakiki hanyalah Allah semata. Allah
ta’ala berfirman:
( [ وابتغوا إليه الوسيلة ] (سورة المائدة : 35
Maknanya: “Dan carilah hal-hal yang (bisa) mendekatkan diri kalian kepada Allah”
(Q.S. al Mai-dah: 35)
Dalam hadits disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam
mengajarkan kepada seorang yang buta untuk bertawassul dengannya. Lalu
orang buta tersebut melaksanakannya di belakang (bukan di hadapan) Nabi,
maka Allah mengembalikan penglihatannya (H.R. ath-Thabarani dan
dishahihkannya)
15. Jelaskan mengenai tawassul dengan para wali !
Jawab: Boleh bertawassul dengan para wali, tidak diketahui ada orang yang
menyalahi kebolehan ini dari kalangan Ahlul Haqq (orang-orang yang berada di
jalur kebenaran), baik generasi Salaf maupun Khalaf. Dalam hadits diceritakan
bahwa Umar bertawassul dengan ‘Abbas (paman Rasulullah). Umar berkata:
“Ya Allah kami bertawassul kepada-Mu dengan paman Nabi kami (‘Abbas)
(supaya Engkau turunkan air hujan)” (H.R. al Bukhari)
16. Terangkan mengenai hadits al Jariyah (sebuah hadits di mana Rasulullah
bertanya kepada seorang budak perempuan: “Aina Allah?, lalu ia menjawab:
Fi as-Sama”)!
http://www.darulfatwa.org.au
Jawab: Hadits tersebut mudltharib (diriwayatkan dengan lafazh matan yang
berbeda-beda dan saling bertentangan sehingga menjadikannya dihukumi
sebagai hadits dla’if). Adapun sebagian ulama yang menganggapnya shahih,
menurut mereka bukan berarti hadits ini mengandung makna bahwa Allah
menempati langit. Imam an-Nawawi mengomentari hadits ini dengan
mengatakan: “Aina Allah adalah pertanyaan tentang derajat dan kedudukan-Nya
bukan mengenai tampat-Nya”. Aina Allah berarti seberapa besar
pengagunganmu terhadap Allah ?. Jawabannya: “Fi as-Sama” mempunyai
makna bahwa Allah, derajat dan kedudukan-Nya sangat tinggi. Tidak boleh
diyakini bahwa Rasulullah bertanya kepada budak perempuan tersebut tentang
tempat (di mana) Allah ? dan juga tidak boleh diyakini bahwa budak perempuan
itu bermaksud Allah menempati langit. Imam Ali ibn Abi Thalib –semoga Allah
meridlainya- berkata:
“إن الذي أين الأين لا يقال له أين …” (ذكره أبو القاسم القشيري في الرسالة القشيرية)
“Tidak boleh dikatakan di mana bagi Dzat yang menciptakan di mana (tempat) …”
(Disebutkan dalam kitab ar-Risalah al Qusyairiyyah karya Abu al Qasim al
Qusyairi). Imam Abu Hanifah dalam kitabnya al Fiqh al Absath menyatakan:
“كان الله ولا مكان ، كان ولم يكن أين ولا خلق وهو خالق كل شىء”.
“Allah ada pada azal (keberadaan tanpa permulaan) dan belum ada tempat, Dia ada
(pada azal) dan belum ada tempat serta makhluk, dan Dia pencipta segala sesuatu”.
Allah ta’ala berfirman:
( [ ليس كمثله شىء ] (سورة الشورى: 11
Maknanya: “Dia (Allah) tidak menyerupai sesuatupun dari makhluk-Nya dan tidak ada
sesuatupun yang menyerupai-Nya” (Q.S. asy-Syura: 11)
Dalam hadits:
“كان الله ولم يكن شىء غيره” (رواه البخاري)
Maknanya: “ Allah ada pada azal (keberadaan tanpa permulaan) dan belum ada sesuatu
selain-Nya” (H.R. al Bukhari)
17. Orang yang mencaci maki Allah hukumnya adalah kafir. Jelaskan
mengenai hal ini disertai dengan dalil !
Jawab: al Qadli ‘Iyadl mengutip Ijma’ (kesepakatan ulama) bahwa orang yang
mencaci maki Allah adalah kafir meskipun dalam keadaan marah, bercanda atau
hati yang tidak lapang (meski hatinya tidak ridla dengan makian terhadap Allah
yang diucapkan oleh lisan).
Allah ta’ala berfirman:
http://www.darulfatwa.org.au
(ولئن سألتهم ليقولن إنما كنا نخوض ونلعب قل أبالله وءاياته ورسوله كنتم تستهزءون لا تعتذروا قد
(66- كفرتم بعد إيمانكم) (سورة التوبة : 65
Maknanya: “Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka katakan
itu), tentulah mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan
bermain-main saja”. Katakanlah (kepada mereka) Apakah terhadap Allah, ayat-ayat-Nya
dan Rasul-Nya kalian berolok-olok (melecehkan), tidak usah kalian meminta maaf, kalian
benar-benar menjadi kafir setelah kalian beriman” (Q.S. at-Taubah: 65-66)
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:
“إن العبد ليتكلم بالكلمة لا يرى ا بأسا يهوي ا في النار سبعين خريفا” (رواه الترمذي)
Maknanya: “Sungguh seorang hamba jika mengucapkan perkataan (yang melecehkan
atau menghina Allah atau syari’at-Nya) yang dianggapnya tidak bahaya, (padahal
perkataan tersebut) bisa menjerumuskannya ke (dasar) neraka (yang untuk mencapainya
dibutuhkan waktu) 70 tahun (dan tidak akan dihuni kecuali oleh orang kafir)” (H.R. at-
Tirmidzi dan ia menyatakan hadits ini hasan)
18. Sebutkan dalil dibolehkannya ziarah kubur bagi laki-laki dan perempuan
?
Jawab: Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:
“زوروا القبور فإا تذكركم بالآخرة” (رواه البيهقي)
Maknanya: “Lakukanlah ziarah kubur, karena sesungguhnya ia dapat mengingatkan
kalian akan kehidupan akhirat” (H.R. al Bayhaqi)
19. Bagaimanakah cara masuk Islam ?
Jawab: Cara masuk Islam adalah dengan mengucapkan dua kalimat syahadat,
bukan dengan mengucapkan أستغفر الله . Adapun firman Allah tentang Nabi Nuh
‘alayhi as-salam bahwa ia mengatakan:
( (فقلت استغفروا ربكم) (سورة نوح : 10
Maknanya adalah bahwa Nabi Nuh menyeru kepada kaumnya untuk masuk
Islam dengan beriman kepada Allah dan Nabi-Nya Nuh ‘alayhi as-salam supaya
Allah mengampuni mereka.
Dalam hadits disebutkan:
“أمرت أن أقاتل الناس حتى يشهدوا أن لا إله إلا الله وأني رسول الله” (متفق عليه)
Maknanya: “Aku diperintahkan untuk memerangi umat manusia sehingga mereka
bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan aku adalah utusan
Allah” (H.R. al Bukhari dan Muslim)
http://www.darulfatwa.org.au
20. Jelaskan mengenai hukum mengucapkan pujian (mad-h) untuk Rasulullah
!
Jawab: Hukumnya boleh dengan Ijma’ (kesepakatan para ulama’).
Allah ta’ala berfirman:
( (وإنك لعلى خلق عظيم) (سورة القلم : 4
Maknanya: “Dan sesungguhnya engkau wahai Muhammad mempunyai perilaku yang
agung” (Q.S. al Qalam: 4)
Allah juga berfirman:
( (وعزروه ونصروه) (سورة الأعراف : 157
Maknanya: “… dan mereka memuji, mengagungkan dan membela Rasulullah” (Q.S. al
A’raf: 157)
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa suatu ketika ada sejumlah perempuan
yang memuji Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam dengan mengatakan di hadapan
Nabi:
“يا حبذا محمد من جار” (رواه ابن ماجه)
“Muhammad adalah seorang tetangga yang sangat agung” (H.R. Ibnu Majah)
Telah disebutkan dengan sanad yang shahih bahwa tidak sedikit sahabat Nabi
yang memuji-muji Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam seperti Hassan ibn
Tsabit, ‘Abbas dan yang lainnya, dan Rasulullah sendiri tidak mengingkari hal
tersebut, bahkan sebaliknya justru menganggapnya sebagai perbuatan yang
baik.
21. Jelaskan tentang siksa kubur !
Jawab: Beriman akan adanya siksa kubur adalah wajib, ketetapan akan adanya
siksa kubur telah disepakati oleh umat Islam (Ijma’) dan barang siapa yang
mengingkarinya maka ia telah kafir. Allah ta’ala berfirman:
(النار يعرضون عليها غدوا وعشيا ويوم تقوم الساعة أدخلوا ءال فرعون أشد العذاب) (سورة غافر
(46:
Maknanya: “Kepada mereka (orang-orang kafir pengikut Fir’aun) dinampakkan neraka
pada pagi dan petang (di kuburan mereka), dan pada hari terjadinya kiamat, (dikatakan
kepada malaikat): Masukkan Fir’aun dan orang-orang yang mengikutinya dalam
kekufuran ke dalam siksa (neraka) yang sangat pedih” (Q.S. Ghafir: 46)
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:
“استعيذوا بالله من عذاب القبر” (رواه البخاري)
Maknanya: “Mohonlah perlindungan kepada Allah dari siksa kubur” (H.R. al Bukhari)
http://www.darulfatwa.org.au
22. Apakah makhluk yang pertama kali diciptakan oleh Allah ?
Jawab: Makhluk pertama adalah air. Allah ta’ala berfirman:
( (وجعلنا من الماء كل شىء حي) (سورة الأنبياء: 30
Maknanya: “Dan telah Kami (Allah) ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup (dan
yang mati)” (Q.S. al Anbiya’: 30)
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:
“كل شىء خلق من الماء” (رواه ابن حبان)
Maknanya: “Segala sesuatu diciptakan dari air” (H.R. Ibn Hibban)
23. Terangkan mengenai macam-macam Bid’ah dan sebutkan dalil yang
menunjukkan adanya Bid’ah Hasanah (yang baik) !
Jawab: Bid’ah secara etimologi adalah segala hal yang diadakan tanpa ada
contoh sebelumnya. Adapun dalam tinjauan syara’, Bid’ah terbagi menjadi dua;
Bid’ah Huda (baik) dan Bid’ah Dlalalah (sesat).
Allah ta’ala berfirman:
( (ورهبانية ابتدعوها ما كتبناها عليهم إلا ابتغاء رضوان الله) (سورة الحديد : 27
Maknanya: “… dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal kami tidak
mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya)
untuk mencari keridlaan Allah” (Q.S. al Hadid: 27)
Allah memuji perbuatan para pengikut nabi Isa ‘alayhissalam yang muslim, yaitu
melakukan rahbaniyyah (menjauhkan diri dari hal-hal yang mendatangkan
kesenangan nafsu, supaya bisa berkonsentrasi penuh dalam melakukan ibadah),
padahal hal itu tidak diwajibkan atas mereka. Hal ini mereka lakukan sematamata
untuk mencari ridla Allah.
Dalam hadits disebutkan:
“من سن في الإسلام سنة حسنة فله أجرها وأجر من عمل ا من بعده” (رواه مسلم)
Maknanya: “Barang siapa yang merintis (memulai) dalam Islam perbuatan yang baik,
maka ia mendapatkan pahalanya dan pahala orang-orang setelahnya yang melakukan
perbuatan baik tersebut” (H.R. Muslim)
Para sahabat Nabi dan generasi muslim setelahnya banyak melakukan hal-hal
baru (yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah) yang baik dalam agama, dan
umat Islam menerima hal itu seperti membangun mihrab (tempat imam di
masjid), adzan kedua untuk shalat jum’at, pemberian titik dalam mushhaf (al
Qur’an) dan peringatan maulid Nabi.
http://www.darulfatwa.org.au
24. Jelaskan mengenai perbuatan sihir !
Jawab: Melakukan sihir hukumnya adalah haram. Allah berfirman:
( (وما كفر سليمان ولكن الشياطين كفروا يعلمون الناس السحر) (سورة البقرة : 102
Maknanya: “Dan tidaklah Nabi Sulaiman itu kafir, akan tetapi syetan-syetan itulah
yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia (dengan meyakini bahwa hal ini
sebagai perkara yang halal dan boleh)” (Q.S. al Baqarah: 102)
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda yang maknanya: “Jauhilah tujuh
hal yang membinasakan. Beliau ditanya: Apa saja tujuh hal itu, wahai Rasulullah ?,
beliau menjawab: Menyekutukan Allah, sihir …”(H.R. Muslim)
25. Sebutkan dalil bahwa orang yang melempar lembaran bertuliskan nama
Allah ke tempat-tempat kotor (menjijikkan) dengan maksud melecehkan
telah kafir !
Jawab: Tidak boleh melemparkan lembaran bertuliskan nama Allah ke tempat
kotor (menjijikkan). Dan barang siapa melakukan hal itu dengan maksud
melecehkan (menghina) maka ia telah kafir.
Allah ta’ala berfirman:
– (قل أبالله وءاياته ورسوله كنتم تستهزءون لا تعتذروا قد كفرتم بعد إيمانكم) (سورة التوبة : 65
(66
Maknanya: “Katakanlah wahai Muhammad (kepada mereka) Apakah terhadap Allah,
ayat-ayat-Nya dan rasul-Nya kalian berolok-olok (melecehkan), tidak usah kalian
meminta maaf, kalian benar-benar menjadi kafir setelah kalian beriman” (Q.S. at-
Taubah: 65-66)
Ibn Abidin berkata: “Telah kafir (keluar dari Islam) orang yang melempar mushhaf (al
Qur’an) ke tempat-tempat kotor (menjijikkan) sekalipun niatnya tidak bermaksud
melecehkan karena perbuatannya itu (sudah) menunjukkan pelecehan (penghinaan)”.
26. Apakah hukum nadzar ?
Jawab: Dibolehkan bernadzar dalam ketaatan kepada Allah, dan nadzar wajib
dipenuhi (dilaksanakan). Adapun nadzar dalam hal yang diharamkan maka
hukumnya tidak boleh dan tidak wajib dipenuhi. Allah berfirman:
( (يوفون بالنذر) (سورة الإنسان : 7
Maknanya: “Mereka (senantiasa) memenuhi nadzar” (Q.S. al Insan: 7)
Dalam hadits juga disebutkan:
“من نذر أن يطيع الله فليطعه ومن نذر أن يعصيه فلا يعصه” (رواه البخاري)
http://www.darulfatwa.org.au
Maknanya: “Barang siapa yang bernadzar untuk mentaati Allah maka haruslah ia taat
kepada-Nya, dan barang siapa bernadzar untuk bermaksiat kepada-Nya maka janganlah
ia bermaksiat kepada-Nya” (H.R. al Bukhari)
27. Sebutkan dalil bahwa suara perempuan itu bukan aurat !
Jawab: Allah ta’ala berfirman:
( (وقلن قولا معروفا) (سورة الأحزاب : 22
Maknanya: “Dan katakanlah (wahai para istri Nabi) perkataan yang baik” (Q.S. al
Ahzab: 22)
Al Ahnaf ibn Qais berkata: “Aku telah mendengar hadits dari mulut Abu Bakr, Umar,
Utsman dan Ali. Dan aku tidak pernah mendengar hadits sebagaimana aku
mendengarnya dari mulut ‘Aisyah” (H.R. al Hakim dalam kitab al Mustadrak)
28. Jelaskan mengenai sifat kalam Allah !
Jawab: Allah mempunyai sifat kalam yang tidak serupa dengan kalam kita. Sifat
kalam-Nya bukan berupa huruf, suara dan bahasa.
Allah ta’ala berfirman:
( (وكلم الله موسى تكليما) (سورة النساء : 164
Maknanya: “Dan Allah telah benar-benar memperdengarkan kalam-Nya kepada Musa”
(Q.S. an-Nisa: 164)
Imam Abu Hanifah dalam kitab al Fiqh al Absath mengatakan:
“ويتكلم لا ككلامنا ، ونحن نتكلم بالآلات والحروف والله تعالى يتكلم بلا ءالة ولا حروف”.
Maknanya: “Allah mempunyai sifat kalam yang tidak menyerupai pembicaraan kita,
kita berbicara menggunakan organ-organ pembicaraan dan huruf, sedangkan kalam
Allah tidaklah dengan organ-organ pembicaraan dan huruf”.
29. Apa makna firman Allah :
(الرحمن على العرش استوى) ؟
Jawab: Imam Malik berkata:
“استوى كما وصف نفسه ولا يقال كيف وكيف عنه مرفوع”
Maknanya: “Istawa sebagaimana Ia mensifati Dzat-Nya, tidak dikatakan (mengenai
istawa) bagaimana, dan sifat-sifat makhluk mustahil bagi-Nya”.
Al Kayf adalah sifat makhluk. Di antara sifat makhluk adalah duduk,
bersemayam dan menempati suatu tempat dan arah. Imam al Qusyairi berkata:
http://www.darulfatwa.org.au
“Istawa berarti hafizha, qahara dan abqa; memelihara, menundukkan dan menguasai,
serta menetapkan”.
Tidak boleh diyakini bahwa Allah duduk atau bersemayam di atas ‘arsy, karena
keyakinan seperti ini adalah aqidah orang-orang yahudi. Dan aqidah ini
merupakan pendustaan terhadap firman Allah:
( (فلا تضربوا لله الأمثال) (سورة النحل : 74
Maknanya: “Maka janganlah kalian mengadakan serupa-serupa bagi Allah” (Q.S. an-
Nahl: 74)
Allah ta’ala berfirman:
( (وبرزوا لله الواحد القهار) (سورة إبراهيم : 48
Maknanya: “Dan mereka berkumpul untuk dihisab oleh Allah yang Maha Esa lagi
Maha menundukkan dan menguasai” (Q.S. Ibrahim: 48)
Imam Ali ibn Abi Thalib -radhiyallahu ‘anhu- berkata:
“إن الله خلق العرش إظهارا لقدرته ولم يتخذه مكانا لذاته” (رواه أبو منصور البغدادي)
“Sesungguhnya Allah menciptakan ‘arsy untuk menampakkan kekuasaan-Nya, bukan
untuk dijadikan tempat bagi Dzat-Nya” (diriwayatkan oleh Abu Manshur al
Baghdadi)
30. Terangkan mengenai Qadar (takdir) !
Jawab: Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini; kebaikan, keburukan, ketaatan,
kemaksiatan, keimanan, kekufuran terjadi dengan takdir Allah, masyi-ah
(kehendak)-Nya dan diketahui oleh-Nya. Kebaikan, keimanan dan ketaatan
terjadi atas ketentuan Allah dan hal itu dicintai serta diridlai-Nya. Sedangkan
keburukan, kemaksiatan dan kekufuran juga terjadi dengan ketentuan Allah,
namun tidak dicintai dan tidak diridlai-Nya. Dan tidak boleh dikatakan takdir
Allah (sifat maha menentukan) yang merupakan sifat-Nya adalah buruk.
Allah ta’ala berfirman:
( (إنا كل شىء خلقناه بقدر) (سورة القمر : 49
Maknanya: “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran
(ketentuan)” (Q.S. al Qamar: 49)
Dalam hadits disebutkan:
“كل شىء بقدر حتى العجز والكيس” (رواه مسلم)
Maknanya: “Segala sesuatu terjadi dengan pengaturan (ketetapan Allah) sampai
tumpulnya otak dan kecerdasan” (H.R. Muslim)
31. Sebutkan dalil diharamkannya seorang laki-laki berjabat tangan dengan
perempuan yang bukan mahramnya !
http://www.darulfatwa.org.au
Jawab: Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:
“لأن يطعن أحدكم بحديدة في رأسه خير له من أن يمس امرأة لا تحل له” (رواه الدارقطني)
Maknanya: “Jika salah seorang di antara kalian ditusuk kepalanya dengan sebuah besi,
itu lebih ringan baginya dari pada disiksa karena menyentuh seorang perempuan yang
tidak halal baginya” (H.R. ad-Daraquthni)
Dalam hadits lain beliau juga bersabda:
“وزنى اليد البطش” (رواه البخاري)
Maknanya: “Dan zina tangan adalah menyentuh” (H.R. al Bukhari)
32. Jelaskan tentang menbaca al Qur’an untuk mayit !
Jawab: Membaca al Qur’an untuk mayit muslim hukumnya boleh. Allah ta’ala
berfirman:
( (وافعلوا الخير) (سورة الحج : 77
Maknanya: “Dan lakukanlah kebaikan” (Q.S. al Hajj: 77)
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:
“اقرءوا على موتاكم يس” (رواه ابن حبان وصححه)
Maknanya: “Bacalah untuk mayit-mayit kalian surat Yasin” (H.R. Ibnu Hibban dan
dishahihkannya)
Ahlussunnah sepakat dibolehkannya membaca al Qur’an untuk mayit
dan bahwa bacaan itu bermanfaat bagi si mayit. al Imam asy-Syafi’i berkata:
“Adalah kebaikan apabila dibacakan di atas kuburan mayit muslim beberapa
ayat al Qur’an dan lebih baik jika dibacakan al Qur’an seluruhnya” (dituturkan
oleh Imam an-Nawawi dalam Riyadlus-shalihin)
33. Sebutkan dalil bahwa shadaqah bisa memberikan manfaat terhadap mayit
!
Jawab: Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:
“إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث صدقة جارية وعلم ينتفع به وولد صالح يدعو له” (رواه
ابن حبان)
Maknanya: ”Apabila seseorang meninggal dunia, terputuslah amal perbuatannya (yang
dapat terus mengalirkan pahala untuknya), kecuali tiga hal: shadaqah jariyah, ilmu yang
bermanfaat dan anak shalih yang mendo’akannya” (H.R. Ibnu Hibban)
Ketiga hal tersebut adalah di antara amal yang bisa dirasakan manfaatnya
oleh mayit muslim karena dialah penyebab terjadinya. Begitu juga firman Allah:
http://www.darulfatwa.org.au
( (وأن ليس للإنسان إلا ما سعى) (سورة النجم : 39
Yakni perbuatan baik yang ia lakukan sendiri, hal itu bermanfaat baginya. Dan
perbuatan baik yang dilakukan orang lain untuknya yang bukan perbuatannya
sendiri, hal ini juga bermanfaat baginya karena fadll (karunia dan kemurahan)
Allah ta’ala kepadanya. Sebagai misal adalah shalat jenazah, ia bukan amal
perbuatan yang dilakukan mayit, tapi mayit merasakan manfa’at dari shalat
tersebut. Dan juga seperti doa Rasulullah untuk orang lain. Doa itu bukan
perbuatan orang yang didoakan, namun doa tersebut bisa dirasakan
manfaatnya, seperti doa Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam untuk Ibnu
‘Abbas:
“اللهم علمه الحكمة وتأويل الكتاب” (رواه البخاري)
Maknanya: “Ya Allah ajarilah ia hikmah dan (kemampuan untuk) mentakwil al
Qur’an” (H.R. Bukhari)
34. Sebutkan dalil dibolehkannya qiyam Ramadlan lebih dari 11 raka’at !
Jawab: Allah ta’ala berfirman:
( (وافعلوا الخير لعلكم تفلحون) (سورة الحج : 77
Maknanya: “Dan lakukan kebaikan supaya kalian beruntung” (Q.S. al Hajj: 77)
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:
“صلاة الليل مثنى مثنى ” (رواه البخاري)
Maknanya: “Shalat malam itu dilakukan dua raka’at dua raka’at” (H.R. Bukhari)
Beliau juga bersabda:
“الصلاة خير موضوع فمن شاء استقل ومن شاء استكثر” (رواه مسلم)
Maknanya: “Shalat adalah (termasuk) amal yang terbaik, maka barangsiapa
berkehendak, ia (boleh) menyedikitkan bilangan raka’atnya dan barangsiapa berkehendak,
ia (boleh) memperbanyak (bilangan raka’atnya) –yang dimaksud dalam hal ini adalah
shalat sunnah (nawafil) -” (H.R. Muslim)
35. Apa dalil dibolehkannya menggunakan rebana?
Jawab: Abu Dawud meriwayatkan bahwa ada seorang perempuan yang berkata
kepada Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam (maknanya): “Sungguh aku telah
bernadzar untuk memukul rebana di depan engkau, jika Allah
mengembalikanmu dalam keadaan selamat”. Beliau menjawab: ”Jika engkau
telah bernadzar, maka penuhilah (laksanakan) nadzarmu !”.
http://www.darulfatwa.org.au
36. Siapakah nabi dan rasul pertama?
Jawab: Nabi dan rasul yang pertama adalah Adam ‘alayhissalam. Allah ta’ala
berfirman:
( (إن الله اصطفى آدم ) (سورة آل عمران : 33
Maknanya: “Sesungguhnya Allah ta’ala memilih Adam dan Nuh (sebagai nabi)…”
(Q.S. Ali Imran: 33)
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda yang maknanya: “Adam dan nabinabi
yang lain di bawah benderaku pada hari kiamat” (H.R. at- Tirmidzi)
37. Sebutkan sifat-sifat yang pasti (wajib) berlaku bagi para nabi dan sifatsifat
yang mustahil ada pada mereka !
Jawab: Para nabi wajib (pasti) bersifat jujur, amanah (dapat dipercaya), sangat
cerdas, menjaga diri dari perbuatan-perbuatan yang tercela, pemberani dan
fashih dalam berbicara. Mustahil bagi mereka berdusta, khiyanah (tidak dapat
dipercaya), berbuat tercela, zina dan dosa-dosa besar lainnya serta kekufuran,
baik sebelum diangkat menjadi nabi maupun setelahnya. Allah ta’ala berfirman:
( (وكلا فضلنا على العالمين) (سورة الأنعام : 86
Maknanya: “Dan masing-masing nabi itu kami lebihkan derajat mereka di atas umat
seluruhnya” (Q.S. al An’am: 86)
Dalam hadits disebutkan :
“ما بعث الله نبيا إلا حسن الوجه حسن الصوت” (رواه الترمذي)
Maknanya: “Tidaklah Allah mengutus seorang nabi kecuali bagus rupanya dan indah
suaranya” (H.R. at-Tirmidzi)
38. Apakah makna firman Allah
؟ ( (لم يلد ولم يولد) (سورة الإخلاص : 3
Jawab : Bahwa Allah tidak berasal dari sesuatu (tidak diperanakkan) dan tidak
terlepas dari-Nya sesuatu (tidak beranak). Allah tidak menempati sesuatu, tidak
terlepas dari-Nya sesuatu dan tidak ditempati oleh sesuatu. Al Imam Ja’far ash-
Shadiq berkata: “Barang siapa beranggapan bahwa Allah di dalam sesuatu, dari sesuatu
atau di atas sesuatu, sungguh ia telah musyrik”. (diriwayatkan oleh Abu al Qasim al
Qusyairi dalam ar-Risalah al Qusyairiyyah)
http://www.darulfatwa.org.au
39. Sebutkan dalil dibolehkannya membaca shalawat atas nabi Muhammad
shallallahu ‘alayhi wasallam setelah adzan !
Jawab: Bershalawat atas Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam setelah adzan adalah
boleh. Tidak perlu didengarkan pendapat orang yang mengharamkannya. Allah
ta’ala berfirman :
(إن الله وملائكته يصلون على النبي يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما) (سورة
( الأحزاب : 56
Maknanya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi,
hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam
kepadanya” (Q.S. al Ahzab: 56)
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:
“إذا سمعتم المؤذن فقولوا كما يقول ثم صلوا علي” (رواه مسلم)
Maknanya: “Apabila kalian mendengar muadzdzin (orang yang mengumandangkan
adzan), maka ucapkanlah seperti yang diucapkannya kemudian bacalah shalawat
untukku” (H.R. Muslim)
Beliau juga bersabda:
“من ذكرني فليصل علي” (رواه الحافظ السخاوي)
Maknanya: “Barang siapa menyebutku maka hendaklah bershalawat untukku” (H.R. al
Hafizh as-Sakhawi)
40. Apakah pengertian riddah dan sebutkan macam-macamnya !
Jawab: Riddah adalah memutus keislaman (orangnya disebut murtad) dengan
kekufuran. Riddah terbagi tiga:
1. Riddah Qauliyyah (perkataan) seperti mencaci maki Allah, para nabi atau
Islam, walaupun dalam keadaan marah.
2. Riddah Fi’liyyah (perbuatan) seperti melempar mushhaf (al Qur’an) ke
tempat-tempat kotor dan juga seperti menginjak mushhaf.
3. Riddah Qalbiyyah (hati) seperti meyakini bahwa Allah adalah benda atau
roh, meyakini bahwa Allah duduk di atas ‘arsy atau menempati langit
atau meyakini bahwa Dzat Allah berada di semua tempat atau di suatu
arah.
Allah ta’ala berfirman:
( (ولقد قالوا كلمة الكفر وكفروا بعد إسلامهم) (سورة التوبة : 74
Maknanya: “Dan mereka telah benar-benar mengatakan perkataan kufur, mereka telah
kafir setelah keislaman mereka” (Q.S. at-Taubah: 74)
Ia juga berfirman:
http://www.darulfatwa.org.au
( (لا تسجدوا للشمس ولا للقمر) (سورة فصلت : 37
Maknanya: “Janganlah kalian bersujud kepada matahari dan rembulan” (Q.S.
Fushshilat: 37)
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:
“إن العبد ليتكلم بالكلمة ما يتبين فيها يهوي ا في النار أبعد مما بين المشرق والمغرب” (رواه البخاري
ومسلم)
Maknanya: “Sesungguhnya seorang hamba jika mengucapkan perkataan (yang
melecehkan atau menghina Allah atau syari’at-Nya) yang tidak dianggapnya bahaya,
(padahal perkataan tersebut) bisa menjerumuskannya ke (dasar) neraka (yang
kedalamannya) lebih jauh daripada jarak antara timur dan barat” (H.R. al Bukhari dan
Muslim)
41. Sebutkan dalil dibolehkannya peringatan maulid Nabi shallallahu ‘alayhi
wasallam !
Jawab: Allah ta’ala berfirman:
( (وافعلوا الخير لعلكم تفلحون) (سورة الحج : 77
Maknanya: “Dan lakukanlah kebaikan supaya kalian beruntung” (Q.S. al Hajj : 77)
Dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:
“من سن في الإسلام سنة حسنة فله أجرها” (رواه مسلم)
Maknanya: “Barang siapa memulai (merintis) dalam Islam perbuatan yang baik maka
(akan) memperoleh pahalanya” (H.R. Muslim)
42. Apakah yang dimaksud sabda Nabi :
“إذا سألت فاسأل الله وإذا استعنت فاستعن بالله ” ؟
Jawab: Bahwa yang lebih baik untuk dimohon dan dimintai pertolongan adalah
Allah. Hadits ini tidak bermakna: “Jangan memohon dan jangan meminta
pertolongan kepada selain Allah”. Hadits di atas serupa dengan hadits riwayat
Ibnu Hibban:
“لا تصاحب إلا مؤمنا ولا يأكل طعامك إلا تقي” (رواه ابن حبان)
Yang bermakna: “Yang paling layak untuk diberi makanan adalah orang
bertaqwa dan yang layak dijadikan kawan adalah seorang mukmin”. Hadits
tersebut tidak berarti haram memberi makan kepada selain orang mukmin dan
haram menjadikannya sebagai teman. Allah ta’ala memuji kaum muslimin di
dalam al Qur’an dengan firman-Nya:
http://www.darulfatwa.org.au
( (ويطعمون الطعام على حبه مسكينا ويتيما وأسيرا) (سورة الإنسان : 8
Maknanya: “Dan mereka memberikan makanan karena Allah kepada orang miskin, anak
yatim dan orang kafir yang ditawan” (Q.S. al Insan: 8)
Dalam shahih al Bukhari dan shahih Muslim diceritakan mengenai tiga orang
yang meminta kepada Allah dengan wasilah amal shalih mereka, sehingga Allah
memudahkan kesulitan mereka.
43. Sebutkan dalil dibolehkannya ziarah ke makam Rasulullah bagi laki-laki
dan perempuan !
Jawab: Disunnahkan berziarah ke makam Nabi dengan Ijma’ (kesepakatan para
ulama) sebagaimana dikutip oleh al Qadhi ‘Iyadh, an-Nawawi.
Allah ta’ala berfirman:
(ولو أم إذ ظلموا أنفسهم جاءوك فاستغفروا الله واستغفر لهم الرسول لوجدوا الله توابا رحيما)
( (سورة النساء : 64
Maknanya: “Sesungguhnya jikalau mereka ketika menzhalimi diri mereka (berbuat
maksiat kepada Allah), kemudian datang kepadamu lalu memohon ampun kepada Allah,
dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah
maha penerima taubat lagi maha penyayang” (Q.S. an-Nisa’ : 64)
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:
“من زار قبري وجبت له شفاعتي” (رواه الدارقطني وقواه الحافظ السبكي)
Maknanya: “Barang siapa berziarah ke makamku, maka pasti ia akan memperoleh
syafa’atku” (H.R. ad-Daraquthni dan dinilai kuat oleh al Hafizh as-Subki)
Sedangkan hadits:
“لا تشد الرحال إلا إلى ثلاثة مساجد …”.
Maksudnya adalah barangsiapa berkeinginan melakukan perjalanan untuk
tujuan shalat di suatu masjid, hendaklah ia pergi ketiga masjid (masjid al Haram,
masjid an-Nabawi dan masjid al Aqsha), karena shalat di tiga masjid tersebut
pahalanya dilipatgandakan. Anjuran tersebut diartikan sebagai sunnah
hukumnya, bukan wajib. Jadi hadits tersebut khusus menerangkan tentang
melakukan perjalanan untuk tujuan shalat. Di dalamnya tidak ada keterangan
bahwa tidak boleh berziarah ke makam Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam.
44. Sebutkan dalil dibolehkannya tabarruk (mengambil berkah atau mencari
tambahan kebaikan) !
Jawab: Bertabarruk dengan Nabi dan semua peninggalannya (atsar) adalah
boleh. Allah ta’ala berfirman mengenai ucapan nabi Yusuf ‘alayhissalam :
http://www.darulfatwa.org.au
( (اذهبوا بقميصي هذا فألقوه على وجه أبي يأت بصيرا) (سورة يوسف : 93
Maknanya: “Pergilah kamu dengan membawa gamisku ini, lalu letakkanlah kewajah
ayahku nanti ia akan melihat kembali” (Q.S. Yusuf: 93)
Dalam hadits disebutkan: “Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam
membagi-bagikan rambutnya kepada orang-orang supaya mereka bertabarruk
dengannya” (H.R. al Bukhari dan Muslim)
45. Apakah dalil dibolehkannya memakai hirz1 yang didalamnya hanya
tertulis al Qur’an dan semacamnya, dan tidak ada sama sekali di dalamnya
lafazh-lafazh tidak jelas yang diharamkan ?
Jawab: Allah ta’ala berfirman:
( (وننزل من القرآن ما هو شفاء ورحمة للمؤمنين) (سورة الإسراء : 82
Maknanya: “Dan kami turunkan dari al Qur’an sesuatu yang di dalamnya terdapat
obat kesembuhan dan rahmat bagi orang-orang yang beriman” (Q.S. al Isra’: 82)
Dalam hadits disebutkan bahwa ‘Abdullah ibn ‘Amr berkata: “Kami dulu
mengajarkan ayat-ayat al Qur’an kepada anak-anak kami, dan kepada anak yang belum
baligh kami menulisnya di atas kertas lalu menggantungkannya di atas dadanya” (H.R.
at-Tirmidzi)
46. Terangkan mengenai menyebut nama Allah (dzikrullah) ketika mengiringi
jenazah !
Jawab: Menyebut nama Allah (dzikrullah) ketika mengiringi jenazah hukumnya
boleh tanpa ada khilaf (perbedaan pendapat). Allah berfirman:
( (يا أيها الذين ءامنوا اذكروا الله ذكرا كثيرا) (سورة الأحزاب : 41
Maknanya: “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (menyebut nama Allah)
dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya” (Q.S. al Ahzab: 41)
Allah ta’ala juga berfirman:
( (الذين يذكرون الله قياما وقعودا وعلى جنوم) (سورة ءال عمران : 191
Maknanya: “(Yaitu) … orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk
atau dalam keadaan berbaring” (Q.S. Ali Imran: 191)[
Dalam hadits diterangkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam
berdzikir (menyebut nama Allah) dalam setiap situasi dan kondisi (H.R. Muslim)
1 Hirz adalah kertas yang berisikan tulisan ayat-ayat al Qur’an atau dzikir kemudian
dibungkus rapat dan dikalungkan di leher.
http://www.darulfatwa.org.au
47. Jelaskan tentang takwil !
Jawab: Takwil adalah memahami nash (al Qur’an dan Hadits) bukan secara
zhahirnya. Takwil diperbolehkan terhadap ayat-ayat dan hadits yang zhahirnya
mengundang pembaca untuk memahami makna yang rusak dan tidak benar
(padahal sesungguhnya makna ayat atau hadits tersebut tidak demikian), bahwa
Allah memiliki tangan (yang merupakan anggota badan), muka (yang
merupakan anggota badan) atau Ia duduk di atas ‘Arsy, menempati suatu arah
atau disifati dengan salah satu sifat makhluk. Allah berfirman:
( (وما يعلم تأويله إلا الله والراسخون في العلم) (سورة ءال عمران : 7
Maknanya: “Tidak ada yang mengetahui takwilnya (ayat-ayat mutasyabihat) kecuali
Allah dan orang-orang mendalam ilmunya” (Q.S. Ali Imran: 7)
Dalam hadits disebutkan bahwa Nabi berdoa untuk Ibn Abbas: “Ya Allah
ajarilah ia hikmah dan (kemampuan untuk) mentakwil al Qur’an” (H.R. al Bukhari,
Ibnu Majah dan al Hafizh Ibn al Jawzi)
48. Sebutkan dalil yang menerangkan bahwa iman adalah syarat diterimanya
amal shalih !
Jawab: Allah berfirman:
(ومن يعمل من الصالحات من ذكر أو أنثى وهو مؤمن فأولئك يدخلون الجنة ولا يظلمون نقيرا)
( (سورة النساء : 124
Maknanya: “Barang siapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun
perempuan sedang ia orang beriman (artinya ini adalah syarat), maka mereka itu akan
masuk surga dan mereka tidak dianiaya sama sekali” (Q.S. an-Nisa: 124)
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:
“أفضل الأعمال إيمان بالله ورسوله” (رواه البخاري)
Maknanya: “Perbuatan yang paling utama (secara mutlak) adalah beriman kepada
Allah dan rasul-Nya” (H.R. al Bukhari)
49. Apakah makna firman Allah :
(كل شىء هالك إلا وجهه) ؟
Jawab: al Imam al Bukhari berkata: ( إلا وجهه ) “kecuali sulthan (tasharruf –
kekuasaan-) Allah”. Al Imam Sufyan ats-Tsauri mengatakan: “…Kecuali amal
shaleh yang dilakukan hanya untuk mengharap ridla Allah”.
http://www.darulfatwa.org.au
50. Apakah makna firman Allah :
؟ ( (ءأمنتم من في السماء أن يخسف بكم الأرض) (سورة الملك : 16
Jawab: Pakar tafsir, al Fakhr ar-Razi dalam tafsirnya dan Abu Hayyan al
Andalusi dalam tafsir al Bahr al Muhith mengatakan: “Yang dimaksud من في السماء
dalam ayat tersebut adalah malaikat”. Ayat tersebut tidak bermakna bahwa
Allah bertempat di langit.
51. Apakah makna firman Allah ta’ala :
( (والسماء بنيناها بأيد وإنا لموسعون) (سورة الذاريات : 47
Jawab: Ibnu Abbas mengatakan: “Yang dimaksud بأيد adalah “dengan
kekuasaan”, bukan maksudnya tangan yang merupakan anggota badan (jarihah)
kita, karena Allah maha suci darinya.
http://www.darulfatwa.org.au
Al Imam asy-Syafi’i berkata:
“لا يجوز على الله التغير في ذاته ولا التبدل في صفاته”.
(ذكره الحافظ الزبيدي في كتاب إتحاف السادة المتقين)
“Mustahil berlaku perubahan pada Dzat Allah dan Mustahil berlaku pergantian pada
sifat-sifat-Nya” (Disebutkan oleh al Hafizh az-Zabidi dalam kitab Ithaf as-Saadah al
Muttaqin)
Diriwayatkan dengan sanad yang kuat bahwa Imam Malik berkata
tentang istiwa’ Allah:
” استوى كما وصف نفسه ولا يقال كيف وكيف عنه مرفوع “.
“Allah istawa sebagaimana Ia mensifat Dzat-Nya, tidak dikatakan Kayfa (bagaimana
istawa-Nya) dan Kayfa ( bagaimana; sifat-sifat benda) itu mustahil bagi Allah”.
Al Imam Abu Hanifah dalam sebagian risalahnya tentang ilmu kalam
mengatakan:
” أنى يشبه الخالق مخلوقه ”
“Mustahil Allah menyerupai makhluk-Nya”.
Maknanya tidak sah secara akal dan naql bahwa pencipta menyerupai ciptaan-
Nya.
Al Imam Ahmad ibn Hanbal dan al Imam Dzu an-Nun al Mishri (W. 245
H) salah seorang murid terkemuka al Imam Malik mengatakan:
“مهما تصورت ببالك فالله بخلاف ذلك”
Maknanya: “Apapun yang terlintas dalam benak kamu (tentang Allah), maka Allah
tidak seperti itu”.
Maknanya bahwa Allah bukan sesuatu yang bisa dibayangkan dalam benak,
karena setiap yang terbayang dalam benak adalah makhluk. Jadi Allah maha
suci dari berupa benda, maha suci dari tempat, bentuk, gambar, duduk, berubah
dan bersemayam.

Posted in Aqidah Muslim ahlussunah (4 madzab) | Tagged: | Leave a Comment »

KESESATAN-KESESATAN NASHIRUDDIN AL ALBANY (Syaikh Wahabi)

Posted by admin on June 10, 2008

KESESATAN-KESESATAN NASHIRUDDIN AL ALBANI
Adalah tukang jam yang bernama Muhammad Nashir ad-Din berasal dari negara Albania, cukup
sebagai bantahan kita terhadapnya, pengakuannya bahwa dia dahulunya bekerja sebagai tukang jam dan hobinya membaca buku-buku tanpa mendalami Ilmu Agama kepada para ahlinya dan tidak mempunyai sanad yang diakui dalam Ilmu Hadits bahkan sanadnya terputus (tidak sampai sanadnya ke Rasulullah), sanadnya kembali kepada buku-buku yang dibacanya sendiri. Dia mengaku bahwa sesungguhnya dia tidak hafal sepuluh hadits dengan sanad muttashil (bersambung) sampai ke Rasulullah, meskipun begitu dia berani mentashhih dan mentadh’ifkan hadits sesuai dengan hawa nafsunya dan bertentangan dengan kaidah-kaidah para Ulama hadits yang mencantumkan bahwa sesungguhnya mentashhih
dan mentadh’ifkan hadits adalah tugas para hafizh saja. Al Albani, sebagaimana kita ketahui telah
menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya sebagaimana 22 disebutkan dalam kitabnya berjudul “Mukhtashar al’Uluww” dan mengkafirkan orang-orang yang bertawassul dan beristighatsah dengan para Nabi dan orang-orang shalih sebagaimana dalam kitabnya “at-Tawassul” . Dia menganggap Nabi seorang yang sesat sebagaimana ia menuduh sesat orang-orang yang bertawassul pada para Nabi dan para Wali sebagaimana ia sebutkan dalam kitabnya “Fatawa al Albani”. Dia juga mengkafirkan Ahlussunnah; al Asya’irah dan al Maturidiyah sebagaimana dalam kaset rekaman dengan suaranya yang dibagikan oleh pengikutnya. Dialah yang menyerukan untuk menghancurkan al Qubbah al Khadlra’ dan menyuruh mengeluarkan makam Nabi ke luar Masjid sebagaimana dalam kitabnya “Tahdzir as-Sajid” dan dia melarang umat Islam mengucapkan dalam shalat mereka : Assalamu ‘alyka ‘Ayyuha an-Nabiyyu”. Dia berkata:
Katakan “as-Salam ‘ala an-Nabiyy”, alasannya karena Nabi telah meninggal, sebagaimana ia sebutkan dalam kitabnya yang berjudul “Shifah Shalat an-Nabi”. Dia juga menyerukan Umat Islam di Palestina untuk menyerahkan Palestina kepada orang-orang Yahudi sebagaimana dalam kitabnya “Fatawa al Albani”. Dalam
kitab yang sama dia juga mengharamkan Umat Islam untuk mengunjungi sesamanya dan ziarah orang yang
telah mati di makamnya. Dia juga mengharamkan bagi para perempuan untuk memakai kalung emas sebagaimana dalam kitabnya “Adaab az-Zafaaf “. Dan mengharamkan atas Umat Islam untuk berwudlu lebih
dari satu mud dan mandi lebih dari lima mud (satu mud takarannya sama dengan dua telapak tangan ukuran
sedang), perkataannya ini dinukil oleh “Majallah at-Tamaddun”. Juga mengharamkan Umat Islam membawa
Subhah (Tasbih) untuk dzikrullah sebagaimana dipaparkannya di dalam kitabnya “Silsilah al Ahadits adl-
Dla’ifah”. Dan dia juga mengharamkan Umat Islam sholat tarawih dua puluh raka’at di bulan Ramadhan
sebagaimana dikatakan di dalam kitabnya “Qiyam Ramadlan”. Dia juga mengharamkan umat Islam
melakukan shalat sunnah qabliyah Jum’at sebagaimana disebutkan dalam kitabnya yang berjudul “al Ajwibah an-Nafi’ah”. Sebagaimana kita ketahui, ia juga mengharamkan bacaan al Qur’an terhadap orang-orang muslim yang telah meninggal dunia dan juga mengharamkan perayaan maulid Nabi. Dan melarang pengucapan lafadz “Sayyidina” untuk Nabi dan menganggapnya sebagai bid’ah dan mencap pelakunya sebagai Mubtadi’. Ini adalah sebagian kecil dari sekian banyak kesesatannya dan kami hanya menyebutkan secara ringkas dikarenakan perkataan-perkataan tersebut jelasjelas
mendustakan al Qur’an, Sunnah dan Ijma’ , sehingga tidak perlu banyak tambahan penjelasan lagi.
Ini adalah bukti bahwa ia hanya ingin mengikuti hawa nafsunya, ketenaran dan harta. Bagi orang yang jeli, jelas bahwa al Albani adalah termasuk dedengkot sekte Wahhabiyyah –sekte sempalan yang banyak dibantah oleh ulama madzhab empat- pada masa ini. Dan Alhamdulillah banyak para Ulama dan para ahli hadits yang membantahnya, di antaranya adalah:

1. Muhaddits dataran Syam Syekh Abd Allah alHarari.
2. Muhaddits dataran Maroko Syekh Abd Allah al Ghammari
3. Muhaddits dataran India Syekh Habib ar-Rahman al A’zhami
4. Mantan Menteri Urusan Agama dan Wakaf Uni Emirat Arab Muhammad ibn Ahmad al Khazraji
5. Mantan Ketua Umum MUI Prop. DKI Jakarta K.H. M. Syafi’i Hadzami
6. dan banyak ulama lainnya.
Nasehat kami bagi seluruh umat Islam untuk tidak membaca kitab-kitabnya dan tidak merujuk kepada
tashhih dan tadl’ifnya dalam hadits. Justru kewajiban syar’i adalah melakukan tahdzir kepadanya dan terhadap karangan-karangannya demi membela Islam dan kaum Muslimin.

Posted in kesesatan syaikh albany alwahabi | Leave a Comment »

KESESATAN-KESESATAN MUHAMMAD IBN ABDUL WAHHAB DAN GOLONGAN WAHHABI

Posted by admin on June 10, 2008

KESESATAN-KESESATAN MUHAMMAD IBN ABDUL WAHHAB DAN GOLONGAN WAHHABI


Golongan Wahhabi adalah pengikut Muhammad ibn Abdul Wahhab an-Najdi (W. 1206 H). Muhammad
ibn Abdul Wahhab (Perintis gerakan Wahhabiyyah) adalah seorang yang tidak diakui keilmuannya oleh para
ulama. Bahkan saudaranya; Sulaiman ibn Abdul Wahhab menulis dua buah karya bantahan terhadapnya. Ini ia dilakukan karena Muhammad ibn Abdul Wahhab menyalahi apa yang telah disepakati oleh kaum muslimin
baik di daerahnya maupun di tempat lain, baik dari kalangan pengikut madzhab Hanbali maupun pengikut
mazhab lain. Bantahan pertama berjudul ash-Shawa’iq al Ilahiyyah dan yang kedua berjudul Fashl al Khitab fi ar- Raddi ‘ala Muhammad ibn Abdil Wahhab. Begitu juga seorang ulama madzhab Hanbali ternama, seorang mufti Makkah pada masanya, Syekh Muhammad ibn Humaid,tidak menyebutkan nama Muhammad ibn Abdul
8 Wahhab dalam jajaran ulama madzhab Hanbali, padahal dalam kitabnya berjudul as-Suhub al Wabilah ‘ala Dhara’ih al Hanabilah ia menyebutkan sekitar 800 ulama laki-laki dan perempuan dari kalangan madzhab Hanbali. Yang disebutkan dalam kitab tersebut adalah biografi ayahnya; Syekh Abdul Wahhab. Syekh Muhammad ibn Humaid memuji keilmuan ayahnya dan menyebutkan bahwa ayahnya ini semasa hidupnya sangat marah terhadap Muhammad (anaknya) tersebut dan memperingatkan orang-orang untuk menjauh darinya. Sang Ayah berkata:
يا ما ترونَ من محمد من الشر
Maknanya: “Kalian akan melihat kejahatan yang akan
dilakukan oleh Muhammad”.
Syekh Muhammad ibn Humaid wafat sekitar 80 tahun setelah Muhammad ibn Abdul Wahhab.
Muhammad ibn Abdul Wahhab telah membuat agama baru yang diajarkan kepada pengikutnya. Dasar
ajarannya ini adalah menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya dan meyakini bahwa Allah adalah benda
yang duduk di atas Arsy. Keyakinan ini adalah penyerupaan Allah dengan makhluk-Nya, karena duduk
adalah salah satu sifat manusia. Dengan ajarannya ini,Muhammad ibn Abdul Wahhab telah menyalahi firman
Allah:
[ [ َليس كَمثْله شىءٌ ] [الشورى: 11
Maknanya: “Dia (Allah) tidak menyerupai segala sesuatu
dan tidak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya” (QS. asy-
Syura: 11)
Para ulama salaf bersepakat bahwa barangsiapa yang menyifati Allah dengan salah satu sifat di antara sifatsifat manusia maka ia telah kafir. Sebagaimana hal ini ditulis oleh Imam al Muhaddits as-Salafi ath-Thahawi (227 – 321 H) dalam kitab aqidahnya yang terkenal dengan nama al Aqidah ath-Thahawiyah, teks pernyataannya adalah:
“ومن وصف اللهَ ِبمعنى من معانِي ْالبشرِ فَقَد كَفَر”
Maknanya: “Barang siapa mensifati Allah dengan salah satu
sifat dari sifat-sifat manusia, maka ia telah kafir”.
Di antara keyakinan golongan Wahhabiyyah ini adalah mengkafirkan orang yang berkata: “Yaa
Muhammad…”, mengkafirkan orang yang berziarah ke makam para nabi dan para wali untuk bertabarruk
(mencari barakah), mengkafirkan orang yang mengusap makam para nabi untuk bertabarruk, dan mengkafirkan 9 orang yang mengalungkan hirz (tulisan ayat-ayat al Qur’an atau lafazh-lafazh dzikir yang dibungkus dengan rapat lalu dikalungkan di leher) yang di dalamnya hanya tertulis al Qur’an dan  semacamnya dan tidak ada sama sekali lafazh yang tidak jelas yang diharamkan. Mereka menyamakan perbuatan memakai hirz ini dengan penyembahan terhadap berhala. Mereka (golongan Wahhabiyyah) dalam hal ini telah menyalahi para sahabat dan orang-orang salaf yang shalih. Telah menjadi kesepakatan bahwa boleh berkata “Yaa Muhammad…” ketika dalam kesusahan. Semua umat Islam bersepakat tentang kebolehan ini dan melakukannya dalam praktek keseharian mereka, mulai dari para sahabat nabi, para tabi’in dan semua generasi Islam hingga kini. Bahkan Imam Ahmad ibn Hanbal; Imam Madzhab Hanbali yang mereka klaim di negeri mereka sebagai madzhab yang mereka ikuti, telah menyatakan kebolehan menyentuh dan meletakkan tangan di atas makam Nabi Muhammad r, menyentuh mimbarnya dan mencium makam dan mimbar tersebut apabila diniatkan untuk bertaqarrub (mendekatkan diri)
kepada Allah dengan bertabarruk. Hal ini ia sebutkan dalam kitabnya yang sangat terkenal berjudul al Jami’ fi al ‘Ilal wa Ma’rifati ar-Rijal. Mereka telah menyimpang dari jalur umat Islam dengan mengkafirkan orang yang beristighatsah kepada Rasulullah r dan bertawassul dengannya setelah wafatnya. Mereka berkata: “Bertawassul dengan selain yang hidup dan yang hadir (ada di hadapan kita) adalah kufur”. Atas dasar kaidah ini, mereka mengkafirkan orang yang berbeda pendapat dengan mereka dalam masalah tawassul ini dan menghalalkan membunuhnya. Pemimpin mereka Muhammad ibn Abdul Wahhab berkata: “Barang siapa yang masuk dalam dakwah kita maka ia mendapatkan hak sebagaimana hak-hak kita dan memiliki kewajiban sebagaimana kewajiban-kewajiban kita dan barang siapa yang tidak masuk (dalam dakwah
kita) maka ia kafir dan halal darahnya”.

Bagi yang hendak mengetahui secara luas tentang dalil-dalil yang membantah pernyataan-pernyataan
mereka, silahkan membaca kitab-kitab yang banyak ditulis dalam membantah mereka seperti kitab yang
berjudul ar-Raddu al Muhkam al Matin karya seorang muhaddits daratan Maroko yaitu Syekh Abdullah al
Ghammari dan kitab yang berjudul al Maqalat as-Sunniyah fi Kasyfi Dhalalat Ahmad ibn Taimiyah karya muhaddits daratan Syam; Syekh Abdullah al Harari. Kitab yang terakhir disebut ini dinamakan demikian karena Muhammad ibn Abdul Wahhab mengambil paham 10 dalam mengharamkan tawassul kecuali dengan orang yang hidup dan yang hadir dari kitab-kitab Ibnu Taimiyah (W. 728 H). Padahal Ibnu Taimiyah
menyarankan bagi orang-orang yang terkena semacam kelumpuhan (al Khadar) pada kaki, hendaklah
mengucapkan: “Yaa Muhammad…”. Pernyataan Ibnu Taimiyah ini ia tulis dalam karyanya al Kalim at-Thayyib
terbitan al Maktab al Islami, Cet. Ke-5 tahun 1405 H/1985. Pernyataannya ini menyalahi apa yang ia tulis
sendiri dalam karyanya at-Tawassul wa al Wasilah. Muhammad ibn Abdul Wahhab mengambil paham
dalam mengharamkan tawassul dari kitab at-Tawassul wa al Wasilah dan tidak menyetujui apa yang ditulis Ibnu Taimiyah dalam kitab al Kalim ath-Thayyib.

Faedah:
Para ahli fiqh, hadits, tafsir serta para sufi di segenap penjuru dunia Islam telah menulis banyak sekali (lebih
dari seratus) risalah-risalah kecil atau buku-buku khusus untuk membantah Muhammad ibn Abdul Wahhab dan  para pengikutnya. Di antaranya adalah Syekh Ahmad ash-Shawi al Maliki (W. 1241 H), Syekh Ibnu ‘Abidin al Hanafi (W. 1252 H), Syekh Muhammad ibn Humaid (W. 1295 H) mufti Madzhab Hanbali di Makkah alMukarramah, Syekh Ahmad Zaini Dahlan (W. 1304 H) mufti madzhab Syafi’i di Makkah al Mukarramah dan
ulama lainnya.Apa yang telah kami sebutkan di atas hanyalah sebagian kecil dari kesesatan Muhammad ibn AbdulWahhab dan gerakannya (Wahhabiyyah). Karena itu, demi menjaga kemurnian ajaran yang dibawa oleh Rasulullah –shallallahu ‘alayhi wasallam-, maka waspadalah terhadap ajaran-ajaran sesatnya, dan bagi yang telah mengetahui kesesatannya hendaklah memberitahukannya kepada yang belum mengetahui. Semoga bermanfaat, Amin.

Posted in kesesatan wahabi | 1 Comment »

Kisah Shohih Isra’ Mi’roj Nabi Muhammad Menurut Ahlusunnah

Posted by admin on June 10, 2008

Silahkan Download kitab ini di :

http://darulfatwa.org.au/languages/Indonesian/Al-Isra_wal_Mi%5Eraj.pdf

http://www.darulfatwa.org.au
SALAM REDAKSI
Para pembaca al huda yang budiman, di
antara mukjizat besar yang diberikan Allah kepada
Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam
adalah Isra’ dan Mi’raj, sebuah peristiwa luar biasa
yang terjadi sepanjang sejarah peradaban
manusia, peristiwa nyata yang telah terjadi dan kita
wajib mempercayainya.
Tepatnya tanggal 27 Rajab, atas perintah
Allah ta’ala Malaikat Jibril datang dengan
membawa kendaraan yang disebut dengan Buraq.
Kendaraan yang mempunyai kecepatan yang luar
biasa; sejauh mata Buraq memandang sejauh itu
pulalah Buraq melangkah. Dengan tanpa
meninggalkan jejak sang malaikat membuka atap
rumah tempat Rasulullah tidur, perlahan-lahan
Jibril membangunkan Rasulullah dan mengajaknya
keluar untuk menyaksikan tanda-tanda kekuasaan
Allah, baik yang berada di bumi maupun yang
berada di langit. Dari masjid al Haram Rasulullah
memulai perjalanannya (Isra’) dengan melewati
beberapa tempat bersejarah hingga akhirnya
beliau sampai di masjid al Aqsha, di masjid inilah
Rasulullah dipertemukan dengan semua para nabi
dan melakukan shalat dua raka’at dengan para
nabi dan sekaligus menjadi imam mereka, ini juga
merupakan dalil bahwa Nabi Muhammad adalah
nabi yang termulia di antara para nabi.
Setelah Isra’, Rasulullah yang ditemani
Malaikat Jibril melanjutkan perjalanannya menuju
Sidrat al Muntaha. Perjalanan ini disebut dengan
Mi’raj; perjalanan yang dimulai dari masjid al Aqsha
hingga ke atas sidrat al Muntaha, ke atas langit ke
tujuh.
Hanya dalam waktu sepertiga malam saja
Rasulullah sudah kembali ke tempat tidurnya dari
perjalanan Isra’ dan Mi’rajnya. Sungguh
menakjubkan, namun itulah bukti kekuasaan Allah
yang sempurna dan tidak ada bandingannya dan
inilah yang disebut dengan Mukjizat; bukti
kebenaran akan kenabian dan kerasulan
Muhammad Shallallahu ‘alayhi Wasallam.
Lebih jelasnya tentang hikmah isra’ dan
mi’raj, mari kita baca ulasan ringkas al Huda kali
ini. Semoga kita mendapat ilmu yang bermanfaat
amin ya Rabbal ‘alamin.
http://www.darulfatwa.org.au
Dars
بسم الله الرحمن الرحيم
( سبحن الذي أسرى بعبده ليلا من المسجد الحرام إلى المسجد
الأقصى الذي باركنا حوله لنريه من آياتنا إنه هو السميع البصير )
( (سورة الإسراء : 1
Maknanya : “Maha suci Allah yang telah
memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam
dari masjid al Haram menuju masjid al Aqsha yang
telah kami berkahi sekelilingnya agar kami
perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda
(kekuasaan) kami” (Q.S. al Isra’ : 1)
Tafsir ayat :
Dalam Bahasa Arab as-Sabhu maknanya at-
Taba’ud; jauh. Jadi perkataan سبح الله تعالى
“bertasbihlah kepada Allah ta’ala” maknanya
adalah jauhkan dan sucikan Allah dari hal-hal
yang tidak layak bagi-Nya, yaitu menyerupai
makhluk dan segala sifatnya; seperti bentuk lathif
(yang tidak dapat dipegang oleh tangan seperti
cahaya, kegelapan, roh, angin dan lainnya)
maupun benda katsif (yang dapat dipegang oleh
tangan seperti manusia, pohon, batu, air dan
lainnya) maupun sifat-sifat keduanya; seperti
berwarna, bergerak, diam, berukuran (baik yang
besar maupun yang kecil), menetap pada suatu
arah atau tempat. Hal ini mengingat bahwa Allah
mensucikan Dzat-Nya dari sifat-sifat ciptaan-Nya
dalam firman-Nya :
( ( ليس كمثله شئ ) (سورة الشورى : 11
Maka seandainya Dia berupa bentuk, baik bentuk
besar atau kecil niscaya banyak makhluk yang
menyerupai-Nya.
Makna bi ‘abdihi ( بعبده ) adalah hamba-Nya
yaitu Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi
wasallam. Diriwayatkan bahwa ketika Nabi
Muhammad telah sampai pada derajat yang tinggi
dan tingkatan yang luhur dalam peristiwa Mi’raj,
Allah menyampaikan wahyu kepadanya yang
maknanya: “Wahai Muhammad dengan apa Aku
memuliakanmu ?”, Nabi menjawab : “Dengan
penisbatan (penyandaran) diriku kepada-Mu
dengan sifat penghambaan (‘ubudiyyah)”.
Kemudian turunlah firman-Nya: “Subhanalladzi
asra bi ‘abdihi…”. Maknanya: penyebutan
Rasulullah dengan dinisbatkan kepada Allah dalam
“‘abdihi”; hamba-Nya merupakan puncak
http://www.darulfatwa.org.au
pemuliaan terhadap Rasulullah mengingat hambahamba
Allah banyak, mengapa beliau secara
khusus disebutkan dalam ayat ini sebagai hamba-
Nya?, ini menunjukkan bahwa Rasulullah
dikhususkan dengan kemuliaan yang paling agung.
Firman-Nya lailan ( ليلا ) dibaca nashab
sebagai zharaf (keterangan waktu). Jika dikatakan:
“Mengapa disertakan penyebutan malam ?”, maka
jawabnya adalah penyebutan lailan sebagai
penguat yang menunjukkan waktu atau masa
terjadi peristiwa Isra’ itu yang sangat singkat dan
sebentar saja, yaitu hanya dalam waktu kurang
dari sepertiga malam saja. Sebab Nabi mengalami
peristiwa tersebut hanya sebagian waktu malam
saja dari Makkah menuju Syam. Al Masjid al
Haram adalah masjid di Makkah. Dinamakan
demikian karena kehormatannya yakni
kemuliaannya atas seluruh masjid-masjid yang ada
di bumi ini, dengan memiliki hukum-hukum tertentu
yang tidak berlaku bagi masjid lainnya. Seperti
berlipat gandanya pahala amal yang dikerjakan di
sana, sebagaimana tersebut dalam beberapa
hadits yang shahih seperti misalnya: sekali shalat
di sana sebanding dengan seratus ribu kali shalat
di selainnya (selain Masjid an-Nabawi dan Masjid
al Aqsha), sedangkan shalat di masjid an-Nabawi
sebanding dengan seribu kali shalat di masjid
lainnya dan sekali shalat di masjid al Aqsha
sebanding dengan lima ratus kali shalat di masjid
lainnya. Al Masjid al Aqsha dinamakan demikian
karena jaraknya yang jauh (dari Masjid al Haram).
Firman Allah : ( ( الذي باركنا حوله
Maknanya : “Yang telah Kami berkati
sekelilingnya”, Dikatakan demikian karena al
Masjid al Aqsha adalah tempat menetap para nabi
dan tempat turunnya malaikat. Karena itulah
Nabiyyullah Ibrahim ‘alayhissalam menyatakan :
( ( إني ذاهب إلى ربي ) (سورة الصافات : 99
Maknanya : “Sesungguhnya aku pergi menuju
negeri (daratan syam) yang Allah memberiku
petunjuk agar aku ke sana (supaya mendapat
ketenangan dalam berdakwah dan beribadah
kepada Allah) “. (Q.S. ash-shaffat : 99)
Nabi Ibrahim mengetahui hal ini dengan wahyu dari
Allah kepadanya bahwa Syam (sekarang
Palestina, Yordania, Syiria dan Lebanon)
merupakan negeri tempat turunnya rahmat.
Kebanyakan wahyu turun di Syam, demikian juga
para nabi kebanyakan di sana. Palestina (daerah
Syam yang paling inti) juga tidak berada di bawah
kekuasaan Namrud sehingga beliau dapat
beribadah kepada Allah di sana tanpa diganggu
atau disakiti, maka beliau berpindah dari negerinya
http://www.darulfatwa.org.au
(Iraq) menuju palestina. Kemudian setelah
beberapa waktu beliau meninggalkan Surriyyah
(budak perempuan yang digauli tuannya)-nya,
Hajar dan anaknya Isma’il berada di Makkah. Nabi
Ibrahim berdoa kepada Allah ta’ala agar penduduk
Makkah dikaruniai rizki berupa buah-buahan dan
Allah mengabulkan doanya. Oleh sebab Makkah
merupakan tanah gurun yang tidak ada tanaman,
maka Allah memerintahkan Malaikat Jibril untuk
memindahkan gunung Tha’if dari daratan Syam
menuju Makkah dan malaikat Jibrilpun
memindahkan dan meletakkan gunung tersebut di
sana. Di gunung ini tumbuh buah anggur dari jenis
yang terbaik demikian juga buah delima dan lainlain,
udaranya sangat sejuk sehingga penduduk
makkah memilihnya menjadi Mushthaf (lokasi
pelesir di musim panas). Demikian penuturan al
Azraqi dalam bukunya Akhbar Makkah, sebuah
buku yang sarat dengan faedah.
Firman Allah : ( ( لنريه من آياتنا
Maknanya : “Agar Kami (Allah) perlihatkan
kepadanya (Muhammad) pada malam tersebut
berbagai keajaiban dan tanda yang menunjukkan
akan kekuasaan Kami (Allah)”.
Perjalanan Isra’ dimulai dari al Masjid al Haram
setelah terlebih dahulu dada beliau dibelah dan
dicuci hatinya untuk dipenuhi dengan hikmah dan
keimanan, agar beliau siap untuk menyaksikan
keajaiban-keajaiban ciptaan Allah dengan hati
yang kuat. Pada saat itu beliau berada di Makkah,
Jibril datang pada malam hari dengan membuka
atap rumah tanpa menjatuhkan debu, batu atau
yang lainnya. Saat itu beliau sedang tidur antara
pamannya, Hamzah dan sepupunya Ja’far ibn Abu
Thalib. Mereka semua sedang berada di rumah
putri Abu Thalib, Ummu Hani’ binti Abu Thalib,
saudara perempuan Ali ibn Abu Thalib di suatu
perkampungan yang bernama Ajyad. Jibril
membangunkan Nabi kemudian pergi bersamanya
menuju al Masjid al Haram. Bersama Malaikat Jibril
beliau berangkat dengan Buraq; seekor binatang
surga yang bentuknya lebih besar dari keledai dan
lebih kecil dari kuda yang mampu melompat sejauh
pandangannya. Di tengah perjalanan Isra’ ini
Rasulullah melewati beberapa tempat dan kota
bersejarah, antara lain kota Yatsrib (Madinah), kota
Madyan (kota Nabi Syu’aib), bukit Thur Sina’
(tempat Nabi Musa mendapat wahyu dari Allah),
dan Bayt Lahm (tempat Nabi Isa dilahirkan). Di
tiap-tiap tempat ini Jibril selalu meminta Rasulullah
untuk turun dan melakukan shalat dua raka’at
(H.R. al Bayhaqi). Hal ini merupakan salah satu
dari sekian banyak dalil tentang dibolehkannya
“tabarruk” (meminta berkah dari Allah) dengan
lantaran atsar (peninggalan) para nabi. Setelah
http://www.darulfatwa.org.au
Rasulullah sampai di Bayt al Maqdis (al Masjid al
Aqsha), Rasulullah bersama para nabi mulai dari
Nabi Adam hingga Nabi Isa melakukan shalat
berjama’ah dan beliau bertindak sebagai imam.
Allah mempertemukan beliau dengan para nabi di
sana sebagai penghormatan kepada beliau. Allah
membangkitkan semua nabi yang sebelumnya
telah wafat kecuali Nabi Isa karena beliau masih
hidup di langit hingga sekarang. Kemudian Allah
ta’ala menambahkan kemuliaan untuk Nabi-Nya
Muhammad dengan mengangkat delapan nabi
yaitu Nabi Adam, Isa, Yahya, Idris, Harun, Musa,
dan Ibrahim ke langit dan mereka menyambut
Rasulullah di sana.
Keajaiban-keajaiban Isra’
Di antara keajaiban ciptaan Allah yang
disaksikan Rasulullah ketika Isra’ adalah :
1. Dunia, Rasulullah melihatnya dalam bentuk
seorang wanita tua yang renta. Hal ini
menggambarkan bahwa dunia dengan segala
bentuk dan isinya yang menggairahkan akan
lenyap dan fana, sebagaimana seorang wanita
yang ketika mudanya sangat cantik dan
menawan, akan hilang kecantikannya ketika
sudah tua.
2. Iblis, Rasulullah melihat seseorang yang
berada di pinggir jalan, dialah Iblis yang pada
mulanya beriman kepada Allah kemudian dia
kafir karena menentang-Nya. Dia termasuk
dari golongan Jin, bukan malaikat (Q.S. al
kahfi : 50). Iblis tidak berani berbicara kepada
Rasulullah atau berbuat jelek terhadapnya
dikarenakan kemuliaan dan keagungan beliau.
3. Para Mujahid di jalan Allah, Rasulullah melihat
sekelompok kaum yang menanam dan menuai
hasilnya dalam tempo 2 hari. Jibril berkata
kepada Rasulullah : “Merekalah orang-orang
yang berjuang di jalan Allah”.
4. Para penceramah pembawa fitnah, Rasulullah
melihat mereka memotong lidah dan bibir
mereka dengan gunting dari api.
Isra’ Bukanlah Mimpi
Telah menjadi ijma’ (konsensus) para
ulama salaf, khalaf, ahli hadits, ahli kalam, ahli
tafsir dan ahli fiqh bahwa Rasulullah di-isra’-kan
dengan jasad dan ruhnya serta dalam keadaan
sadar (bukan mimpi). Inilah pendapat yang benar
menurut Ahlussunnah Wal Jama’ah, sebagaimana
dikatakan oleh Ibnu Abbas, Jabir, Anas ibn Malik,
Umar ibn Khattab, Hudzaifah, Imam Ahmad ibn
Hanbal, Imam ath-Thabari dan yang lainnya.
http://www.darulfatwa.org.au
Andaikata peristiwa Isra’ tersebut hanyalah
sekedar mimpi, maka orang-orang kafir Quraisy
tidak akan menentangnya dan peristiwa Isra’
tersebut tidak akan menjadi salah satu mukjizat
Rasulullah yang terbesar.
Mi’raj
Kemukjizatan Mi’raj telah dinash secara
jelas dalam hadits shahih, seperti yang
diriwayatkan Imam Muslim. Adapun dalam al
Qur’an tidak ada nash yang menyebutkan lafazh
“Mi’raj”. Namun ada ayat yang menjelaskan
kejadian tersebut. Firman Allah ta’ala:
(14- ( ولقد رآه نزلة أخرى $ عند سدرة المنتهى ) (النجم: 13
Maknanya : “Dan sungguh beliau (Rasulullah) telah
melihat Jibril untuk yang kedua kalinya di Sidrat al
Muntaha” (Q.S. an-Najm : 13-14)
Mi’raj adalah perjalanan yang dimulai dari
Masjid al Aqsha hingga ke atas langit ke tujuh
dengan menaiki tangga yang terpaut di antara
langit dan bumi, dengan anak tangga yang terbuat
dari emas dan perak. Kisah Mi’raj ini secara
terperinci diriwayatkan dalam hadits yang shahih
riwayat Imam Muslim. Disebutkan dalam hadits
tersebut bahwa ketika Rasulullah bersama Jibril
sampai pada langit yang pertama, dibukalah pintu
langit tersebut setelah terjadi percakapan antara
Jibril dan penjaga pintu. Hal ini terjadi setiap kali
Rasulullah dan Jibril hendak memasuki tiap-tiap
langit yang tujuh. Di langit pertama, Rasulullah
bertemu dengan Nabi Adam, di langit kedua
bertemu dengan Nabi Isa, di langit ketiga bertemu
dengan Nabi Yusuf, di langit keempat bertemu
dengan Nabi Idris, di langit kelima bertemu dengan
Nabi Harun, di langit keenam bertemu dengan Nabi
Musa, di langit ketujuh bertemu dengan Nabi
Ibrahim shallallahu ‘alayhim wasallam.
Keajaiban-keajaiban Mi’raj
Ketika Rasulullah berada di suatu tempat
yang berada di atas (suatu tempat yang lebih tinggi
dari langit ke tujuh), beliau diperlihatkan oleh Allah
beberapa keajaiban ciptaan-Nya. Antara lain :
1. al Bait al Ma’mur, yaitu rumah yang dimuliakan,
yang berada di langit ke tujuh. Setiap hari
70.000 malaikat masuk ke dalamnya lalu
keluar dan tidak akan pernah kembali lagi dan
seterusnya.
2. Sidrat al Muntaha, yaitu sebuah pohon yang
amat besar dan indah, tak seorangpun dari
makhluk yang dapat menyifatinya.
3. Surga, yaitu tempat kenikmatan yang
disediakan oleh Allah bagi hamba-hamba-Nya
yang beriman. Surga berada di atas langit
http://www.darulfatwa.org.au
yang ke tujuh dan sekarang sudah ada. Firman
Allah ta’ala :
( ( أعدت للمتقين ) (سورة ءال عمران : 133
Maknanya : “Telah disediakan (surga) bagi
orang-orang yang bertaqwa”. (Q.S. Ali Imran :
133)
Di dalam surga Rasulullah juga melihat al
Wildan al Mukhalladun, yaitu makhluk yang
diciptakan Allah untuk melayani penduduk
surga. Mereka bukan Malaikat, Jin, atau
Manusia, mereka juga tidak punya bapak atau
ibu. Rasulullah juga melihat para bidadari. Jibril
meminta Rasulullah untuk mengucap salam
kepada mereka, dan mereka menjawab :
“Kami adalah wanita yang baik budi pekerti lagi
rupawan. Kami adalah istri orang-orang yang
mulia”.
4. ‘Arsy, yaitu makhluk Allah yang paling besar
bentuknya (H.R. Ibn Hibban) dan makhluk
kedua yang diciptakan Allah setelah air (Q.S.
Hud : 7). Imam al Bayhaqi mengatakan : “Para
ahli tafsir menyatakan bahwa ‘arsy adalah
benda berbentuk sarir (ranjang) yang
diciptakan oleh Allah. Allah memerintahkan
para malaikat untuk menjunjungnya dan
menjadikannya sebagai tempat ibadah mereka
dengan mengelilinginya dan
mengagungkannya sebagaimana Ia
menciptakan ka’bah di bumi ini dan
memerintahkan manusia untuk mengelilinginya
ketika thawaf dan menghadap ke arahnya di
saat shalat” (lihat al Asma’ wa ash-shifat, hlm.
497). ‘Arsy bukanlah tempat bagi Allah, karena
Allah tidak membutuhkan tempat. Sayyidina
‘Ali berkata :
“إن الله خلق العرش إظهارا لقدرته ولم يتخذه مكانا لذاته” رواه
أبو منصور البغدادي في الفرق بين الفرق
Maknanya:”Sesungguhnya Allah menciptakan
‘arsy untuk menunjukkan kekuasaan-Nya, dan
tidak menjadikannya tempat bagi Dzat-Nya”.
(Riwayat Abu Manshur al Baghdadi dalam al
farq bayna al firaq, hlm : 333)
Kembalinya Rasulullah dari Mi’raj
Sebagian ulama’ mengatakan : perjalanan
Isra’ dan Mi’raj hingga kembalinya Rasulullah ke
Makkah di tempuh dalam tempo sepertiga malam.
Setelah itu Rasulullah mengabarkan kejadian
tersebut kepada kaum kafir Quraisy, namun
mereka tidak percaya. Lalu mereka datang kepada
Abu Bakr ash-Shiddiq untuk menyatakan hal itu,
dan beliau membenarkan cerita Rasulullah seraya
mengatakan: “Aku mempercayainya ketika ia
http://www.darulfatwa.org.au
mengabarkan berita langit, mengapa aku tidak
mempercayainya mengenai berita bumi ?”.
Orang-orang kafir dengan dipimpin oleh Abu
Jahal mendatangi Rasulullah untuk minta
penjelasan tentang sifat dan bentuk al Masjid al
Aqsha, karena mereka mengetahui bahwa
Rasulullah tidak pernah pergi ke sana sebelumnya.
Setelah Rasulullah menjelaskan secara mendetail,
di antara mereka yang pernah pergi ke sana
berkata : “Demi Tuhan, apa yang diterangkan
Muhammad adalah benar”.
Hukum orang yang mengingkari Isra’ dan Mi’raj
Peristiwa Isra’ dan Mi’raj merupakan salah
satu mukjizat terbesar yang dikaruniakan Allah
kepada Rasulullah. Peristiwa Isra’ ini disebutkan
dalilnya dalam al Qur’an (surat al Isra’ :1) dan
hadits shahih. Karenanya wajib beriman bahwa
nabi Muhammad shallahu ‘alayhi wasallam
diperjalankan oleh Allah pada malam hari dari
Makkah ke Masjid al Aqsha dalam keadaan sadar,
terjaga, dengan roh dan jasad. Inilah yang
dikatakan oleh seluruh ulama’ salaf dan khalaf dari
kalangan Ahlussunnah Wal Jama’ah. Di antara
para sahabat yang menyatakan hal ini antara lain;
Ibn Abbas, Jabir, Anas, Umar, Hudzaifah, dan
lainnya. Para ulama’ menyatakan : “orang yang
menginkari peristiwa Isra’ berarti telah
mendustakan al Qur’an dan barang siapa yang
mendustakan al Qur’an maka ia jatuh dalam
kekufuran”.
Sedangkan peristiwa Mi’raj disebut dengan
jelas dalam hadits-hadits yang shahih dan
disinggung dalam al Qur’an meski tidak secara
eksplisit (surat an-Najm (53): 13-15) dan masih
memungkinkan adanya penafsiran lain (ta’wil) dari
zhahir ayat tersebut. Namun demikian barang
siapa yang memahami bahwa Sidrat al Muntaha
yang disebut dalam ayat-ayat tersebut berada di
langit, lalu mengingkari peristiwa Mi’raj maka ia
jatuh dalam kekufuran. Jika ia tidak mengerti dan
tidak memahami demikian terhadap tafsiran ayatayat
tersebut maka ia tidaklah kufur.
Apakah Tujuan Isra’ dan Mi’raj ?
Tujuan dan hikmah yang sebenarnya dari
Isra’ dan Mi’raj adalah memuliakan Rasulullah dan
memperlihatkan kepadanya beberapa keajaiban
ciptaan Allah sesuai dengan firman Allah dalam
surat al Isra’: 1 di atas :
( لنريه من آياتنا )
Maknanya: “Agar kami memperlihatkan kepadanya
sebagian dari tanda-tanda kebesaran kami”.
http://www.darulfatwa.org.au
serta mengagungkan beliau sebagai Nabi akhir
zaman dan sebaik-baik nabi di antara para nabi,
sekaligus sebagai penguat hati beliau dalam
menghadapi tantangan dan cobaan yang
dilontarkan oleh orang kafir Quraisy terlebih
setelah ditinggal mati oleh paman beliau Abu
Thalib dan isteri beliau Khadijah.
Dari sini kita dapat mengambil kesimpulan
bahwa tujuan dari Isra’ dan Mi’raj bukanlah bahwa
Allah ada di arah atas, lalu Nabi naik ke atas untuk
bertemu dengan-Nya. Karena Allah ada tanpa
tempat dan arah, dan tempat adalah makhluk
sedangkan Allah tidak membutuhkan kepada
makhluk-Nya. Allah ta’ala berfirman :
( ( فإن الله غني عن العالمين ) (سورة آل عمران : 97
Maknanya : “Maka sesungguhnya Allah maha kaya
(tidak membutuhkan) dari alam semesta”. (Q.S. Al
Imran : 97)
Allah tidak disifati dengan salah satu sifat makhluk-
Nya seperti berada di tempat, arah atas, di bawah
dan lain-lain. Juga perkataan Imam ath-Thahawi :
” لا تحويه الجهات الس  ت كسائر المبتدعات ”
“Allah tidak diliputi oleh salah satu arah penjuru
maupun enam arah penjuru (atas, bawah, kanan,
kiri, depan, belakang), tidak seperti makhluk-Nya
yang diliputi oleh enam arah penjuru tersebut”
(lihat al ‘Aqidah ath-Thahawiyyah karya al Imam
Abu Ja’far ath-Thahawi)
Hal ini merupakan ijma’ ulama Islam
seluruhnya, maka barang siapa yang berkeyakinan
bahwa Allah bertempat dan berarah di atas atau
semua arah maka ia telah jatuh pada kekufuran.
Wahyu yang diterima Rasulullah pada saat Isra’
dan Mi’raj
Dalam hadits shahih yang sangat panjang
riwayat Imam Muslim, Rasulullah menjelaskan
mengenai peristiwa Isra’ dan Mi’raj. Dalam hadits
tersebut diriwayatkan bahwa ketika Nabi berada di
atas Sidratul Muntaha beliau mendengar kalam
Allah di antaranya berisi kewajiban sholat 50 kali
dalam sehari semalam bagi umatnya. Kemudian
terjadilah dialog dengan Nabi Musa ‘alayhissalam
yang menganjurkan agar Nabi meminta keringanan
kepada Allah dan akhirnya diwajibkan bagi ummat
Islam hanya lima kali sholat dalam sehari
semalam. Namun nilai sekali sholat tersebut
sebanding dengan sepuluh kali sholat sehingga
lima kali sholat sebanding dengan lima puluh kali
sholat.
Adapun proses penerimaan wahyu
tersebut adalah bahwa Nabi mendengar kalam
Allah yang Dzati, bukan berupa huruf, suara dan
http://www.darulfatwa.org.au
bahasa sebab kalam-Nya azali (ada tanpa
permulaan). Pada malam yang mulia dan penuh
berkah itu Allah membuka hijab dari Rasulullah; hal
yang dapat menghalanginya dari mendengar kalam
Allah yang azali. Allah memperdengarkan kalam-
Nya dengan Qudrah-Nya pada saat Rasulullah
berada di suatu tempat di atas Sidratul Muntaha ;
suatu tempat yang tidak pernah dikotori dengan
perbuatan maksiat dan bukan tempat di mana
Allah berada seperti dugaan sebagian orang sebab
Allah ada tanpa tempat.
Kisah-kisah tidak berdasar
1. Tidak boleh berkeyakinan bahwa pada saat
Mi’raj Allah mendekat kepada Rasulullah
sehingga jarak antara keduanya adalah dua
hasta atau lebih dekat lagi seperti anggapan
sebagian orang. Yang benar adalah bahwa
yang mendekat kepada Rasulullah adalah
Jibril, bukan Allah (baca tafsir surat an-Najm
(53) : 8-9) sebagaimana yang diriwayatkan
oleh Imam al Bukhari (W. 256 H) dan lainnya
dari as-Sayyidah ‘Aisyah radliyallahu ‘anha.
Karenanya buku yang berjudul Mi’raj Ibnu
Abbas dan Tanwir al Miqbas min tafsir Ibn
Abbas (yang memuat beberapa hal yang
menyalahi syara’) mesti dijauhi. Kedua buku
tersebut bukanlah karya Ibnu Abbas,
melainkan ada sebagian orang yang dengan
tanpa didukung dalil dan bukti yang kuat
menyandarkan kepadanya.
2. Kisah yang menyatakan bahwa ketika Jibril
telah sampai pada suatu tempat setelah
Sidratul Muntaha kemudian berkata kepada
Nabi : “Di sinilah seorang kawan berpisah
dengan kawan yang sangat dicintainya,
seandainya aku terus naik (ke atas) niscaya
aku akan terbakar”. Ini adalah cerita dusta
yang tidak berdasar sama sekali.
3. Kisah yang mengatakan bahwa ketika
Rasulullah pada saat Mi’raj telah sampai ke
atas langit ke tujuh di suatu tempat dimana
beliau mendengar kalam Allah ta’ala dan beliau
berkata : at-Tahiyyatu lillah, lalu dijawab oleh
Allah : as-Salamu ‘alayka ayyuha an-Nabiyyu
Warahmatullahi Wabarakatuh. Riwayat ini
meskipun tertulis dalam beberapa kitab
tentang peristiwa Isra’ dan Mi’raj dan
disampaikan oleh beberapa orang dalam
ceramah-ceramah peringatan Isra’ dan Mi’raj
adalah kisah yang tidak Sahih (benar) karena
pada malam Isra’ Mi’raj shighat atau lafazh
Tahiyyat belum disyari’atkan. Hanya sebagian
rawi-rawi pendusta saja yang meriwayatkan
kisah tersebut. Kisah dusta ini telah menyebar
http://www.darulfatwa.org.au
di banyak kalangan kaum muslimin maka
harus dijelaskan hal yang sebenarnya. Riwayat
tentang bacaan Tasyahhud atau Tahiyyat
yang benar adalah sebagai berikut:
Pada awalnya sebagian sahabat Rasulullah
sebelum disyari’atkan Shighat Tasyahhud,
mereka mengucapkan dzikir atau bacaan :
” السلام على الله ، السلام على جبريل ، السلام على ميكائيل ”
Lalu Rasulullah melarang mereka mengatakan
itu dan beliau mengatakan :
” إن الله هو السلام ”
Maknanya : “Allah itu adalah as-Salam –yang
suci dari segala kekurangan- (jadi jangan
katakan : as-Salam ‘ala Allah)”.
Kemudian Rasulullah mengajarkan kepada
mereka untuk mengatakan :
” السلام عليك أيها النبي ورحمة الله وبركاته ”
Mukjizat Isra’ dan Mi’raj selain penuh dengan
hikmah dan pelajaran juga merupakan ujian bagi
keimanan kita akan kekuasaan Allah ta’ala.
Apakah kita termasuk orang yang beriman dengan
sebenarnya atau justru mendustakan peristiwa
Isra’ dan Mi’raj Nabi ini dengan dalih filsafat dan
logika, Wallahu A’lam wa Ahkam.
AT-TIJARAH AR-RABIHAH
Perdagangan yang menguntungkan
“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu
Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat
menyelamatkan kamu dari adzab yang pedih ?.
(Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya
dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan
jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu
mengetahuinya” (Q.S. ash-Shaff : 10-11)
Seri III
MAKNA SYAHADAT PERTAMA
قال العلامة المحدث عبد الله بن محمد الهرري حفظه الله:
” يجب على كافة المكلفين الدخول في دين الإسلام والثبوت فيه
على الدوام والتزام ما لزم عليه من الأحكام. فمما يجب علمه
واعتقاده مطلقا والنطق به في الحال إن كان كافرا وإلا ففي الصلاة:
الشهادتان وهما:
أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا رسول الله.
ومعنى أشهد أن لا إله إلا الله أعلم وأعتقد وأعترف أن لا معبود
بحق إلا الله أي الواحد الأحد الأول القديم الحي القيوم الدائم الخالق
http://www.darulfatwa.org.au
الرازق العالم القدير الفعال لما يريد، ما شاء الله كان وما لم يشأ لم يكن
الذي لا حول ولا قوة إلا به، الموصوف بكل كمال يليق به المنزه عن
كل نقص في حقه، ليس كمثله شئ وهو السميع البصير. فهو القديم
(أي الأزلي) وما سواه حادث (أي مخلوق) وهو الخالق وما سواه
مخلوق. فكل حادث دخل في الوجود من الأعيان (أي الأجسام)
والأعمال من الذرة إلى العرش، ومن كل حركة للعباد وسكون،
والنوايا والخواطر فهو بخلق الله. لم يخلقه أحد سوى الله، لا طبيعة ولا
علة بل دخوله في الوجود بمشيئة الله وقدرته، بتقديره وعلمه الأزلي
لقول الله تعالى: (وخلق كل شئ) أي أحدثه من العدم إلى الوجود فلا
خلق ذا المعنى لغير الله، قال الله تعالى: (هل من خالق غير الله).
قال النسفي: “فإذا ضرب إنسان زجاجا بحجر فكسره، فالضرب
والكسر والانكسار بخلق الله تعالى، فليس للعبد إلا الكسب وأما الخلق
فليس لغير الله. قال الله تعالى: ( لها ما كسبت وعليها ما
اكتسبت)”. وكلامه قديم كسائر صفاته لأنه سبحانه مباين (أي غير
مشابه) لجميع المخلوقات في الذات والصفات والأفعال، سبحانه وتعالى
(أي تنزه الله) عما يقول الظالمون (أي الكافرون) علوا كبيرا.
“Wajib bagi semua mukallaf untuk memeluk
agama Islam, meyakininya untuk selamanya dan
melaksanakan segala hukum-hukum yang diwajibkan
atasnya. Di antara hal yang wajib diketahui dan diyakini
secara mutlak, dan wajib diucapkan seketika jika
memang dia (mukallaf) kafir, atau jika tidak (ia bukan
seorang kafir) maka wajib mengucapkannya dalam
shalat, adalah dua kalimat syahadat:
r َأشهد َأنْ لاَ إله إلاَّ اللهُ وَأشهد َأنَّّ محمدا رسولُ اللهِ
Makna أشهد أن لا إله إلا الله : aku mengetahui, meyakini
dan mengakui (dengan ucapan) bahwa tidak ada yang
disembah dengan hak (benar) kecuali Allah, yang Esa,
tiada sekutu bagi-Nya, tidak terbagi-bagi,1 tidak bermula,
tidak didahului dengan ketiadaan, Maha Hidup, tidak
membutuhkan kepada yang lain, tidak berakhir, Maha
Pencipta, Pemberi rizki, Maha mengetahui, Maha
Kuasa, yang mudah bagi-Nya melakukan segala apa
yang Ia kehendaki. Segala apa yang Ia kehendaki terjadi
dan segala apa yang tidak Ia kehendaki tidak akan
terjadi. Tidak ada daya untuk menjauhi perbuatan dosa
kecuali dengan pemeliharaan-Nya, dan tidak ada
kekuatan untuk berbuat ta’at kepada-Nya kecuali
dengan pertolongan-Nya. Allah memiliki segala sifat
kesempurnaan yang layak bagi-Nya dan Maha Suci dari
segala kekurangan bagi-Nya.
Allah tidak menyerupai sesuatupun dari
makhluk-Nya dan tidak ada sesuatupun dari
makhluk-Nya yang menyerupai-Nya, Dia Maha
1 Karena Dia bukan jism; benda. Ini adalah makna
Ahad menurut sebagian ulama.
http://www.darulfatwa.org.au
Mendengar dan Maha Melihat.2 Hanya Allah yang
tidak memiliki permulaan (Qadim), segala sesuatu
selain-Nya memiliki permulaan (Hadits-baharu). Dia-lah
sang Pencipta, segala sesuatu selain-Nya adalah
ciptaan-Nya (makhluk). Segala yang ada (masuk ke
dalam wujud), benda3 dan perbuatannya, mulai dari
(benda yang terkecil) dzarrah hingga (benda terbesar)
‘Arsy, segala gerakan manusia dan diamnya, niat dan
lintasan fikirannya; semuanya itu (ada) dengan
penciptaan Allah, tidak ada yang menciptakannya selain
Allah, bukan thabi’ah (yang menciptakannya) dan bukan
pula ‘Illah.4 Akan tetapi segala sesuatu tersebut masuk
pada keberadaan (ada) dengan kehendak Allah dan
kekuasaan-Nya, dengan ketentuan dan ilmu-Nya yang
azali (yang tidak bermula), sebagaimana firman Allah:
( [ وخلَق كُلَّ شىءٍ ] (سورة الفرقان : 2
Maknanya : “Dan Allah menciptakan segala sesuatu”
(Q.S. al Furqan: 2)
Artinya Allah mengadakannya dari tidak ada
menjadi ada. Makna (Khalaqa) demikian ini tidak layak
bagi siapapun kecuali hanya bagi Allah. Allah berfirman:
2 Pendengaran Allah tidak seperti pendengaran
makhluk, penglihatan Allah tidak seperti penglihatan makhluk.
3 Benda yang dimaksud di sini bukan benda padat,
tetapi A’yan atau Ajsam; segala sesuatu yang memiliki bentuk
dan ukuran, termasuk manusia.
4 Thabi’ah adalah ‘adah ; kebiasaan. Kebiasaan api
adalah membakar. ‘Illah adalah sebab. Api adalah sebab
terjadinya pembakaran.
( [هلْ من خالقٍ غَير الله] (سورة فاطر : 3
Maknanya: “Tidak ada pencipta selain Allah” (Q.S.
Fathir: 3)
An-Nasafi berkata: “Apabila seseorang melempar
kaca dengan batu hingga pecah, maka lemparan,
hantaman batu dan pecahnya kaca semuanya adalah
ciptaan Allah. Jadi seorang hamba hanyalah melakukan
kasb.5 Adapun penciptaan hanya milik Allah, Allah
berfirman:
( [ لهَاَ ما كَسبت وعلَيها ما اكْتسبت ] (سورة البقرة : 286
Maknanya: “Bagi setiap jiwa (balasan baik dari)
kebaikan yang ia lakukan dengan kasabnya dan atas
setiap jiwa (balasan buruk atas) keburukan yang ia
lakukan” (Q.S. al Baqarah: 286)
Kalam Allah Qadim (tidak bermula)6 seperti
seluruh sifat-sifat-Nya. Karena Allah tidak menyerupai
semua makhluk-Nya, baik pada Dzat-Nya, Sifat-sifat-Nya
dan perbuatan-Nya. Allah Maha Suci dari apa yang
dikatakan orang-orang zhalim (orang kafir) dengan
kesucian yang agung.
5 Kasb adalah apabila seorang hamba mengarahkan
niat dan kehendaknya untuk melakukan suatu perbuatan dan
pada saat itulah Allah menciptakan dan menampakkan
perbuatan tersebut.
6 Kalam Allah yang dimaksud di sini adalah Kalam
Allah yang merupakan sifat Dzat-Nya. Karena sifat kalam ini
qadim berarti pasti bukan huruf, suara dan bahasa karena
semua itu baharu, makhluk.
http://www.darulfatwa.org.au
Nasehat syekh Abdullah al-Harari
Tebar keyakinan, Perjuangkan kebenaran
dengan jiwa dan harta !
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam
bersabda:
” الكيس من دان نفسه وعمل لما بعد الموت ”
Maknanya: “Orang yang pintar adalah yang
mampu menundukkan hawa nafsunya dan
melakukan perbuatan-perbuatan yang bermanfaat
baginya setelah mati”.
Maksudnya orang yang berakal adalah orang
yang mampu mengalahkan dan mengekang hawa
nafsunya untuk melakukan amal yang bermanfaat
untuk akhiratnya, sementara orang yang bodoh
adalah orang yang selalu menuruti hawa nafsunya
serta berangan-angan memperoleh derajat yang
tinggi dari Allah.
Kita semua dihadapkan kepada jihad dengan
lisan, ini membutuhkan kesungguhan dan
pengorbanan baik tenaga maupun harta. kita
melelahkan badan dengan kegiatan-kegiatan dan
perjalanan-perjalanan untuk menanggulangi dan
mengcounter kesesatan baik dalam aqidah
maupun hukum, dan menginfakkan harta kita,
janganlah bersikap pelit untuk berinfak hanya untuk
selalu menikmati makan yang enak, tempat tinggal
yang mewah dan kendaraan yang lux (Tana”um).
Allah ta’ala menjadikan para nabi dan wali-Nya
tidak suka berfoya-foya meskipun mereka
mempunyai harta yang melimpah, mereka tidak
pernah menggunakan kenikmatan yang diberikan
oleh Allah untuk berfoya-foya, tapi kenikmatan itu
mereka pergunakan untuk amal kebaikan, mereka
inilah yang seharusnya kita jadikan contoh, agar
kita mendapatkan pertolongan dari Allah dan
memperoleh derajat yang tinggi. Mudah-mudahan
Allah memudahkan segala usaha kita ini.

Posted in akidah, salafy, shohih | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.